Logo Pertamina dan Chevron

Jadi Kunci Kelola Blok Rokan, SKK Migas: Proses Negosiasi Chevron - Pertamina Harus Diselesaikan

13 Maret 2020

Moneter.id - SKK Migas meminta proses negosiasi antarbisnis atau business to business (B to B) antara PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan PT Pertamina (Persero) diselesaikan sebelum kontrak kerja sama wilayah kerja tersebut mulai dikelola oleh Pertamina.

Kata Penasihat Ahli SKK Migas Satya Widya Yudha, kesepakatan antara Pertamina dan CPI menjadi kunci bagi Pertamina dalam pengelolaan Blok Rokan, Riau. Jadi, inilah yang harus diusahakan oleh kedua belah pihak.

“Selain itu, untuk menjaga penurunan produksi minyak nasional tidak berkelanjutan,” ucapnya di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Pada masa alih kelola ini, lanjut Satya, SKK Migas telah mengurus dua hal. Pertama adalah percepatan kegiatan dan kedua adalah proses peralihan blok itu sendiri. Kedua kegiatan itu prosesnya terpisah.

Berdasarkan peraturan perundangan, pada proses kedua yaitu peralihan, telah berjalan sebagaimana seharusnya.

Sementara, pada proses kegiatan pertama yaitu percepatan kegiatan, harus dilakukan melalui kesepakatan B to B antara CPI dan Pertamina.

Pada proses peralihan, tambah Satya, SKK Migas telah berhasil memfasilitasi agar CPI membuka semua informasi yang dibutuhkan Pertamina, termasuk data-data yang dibutuhkan Pertamina untuk mempercepat produksi pascakontrak Blok Rokan berakhir pada Agustus 2021.

"Setiap minggu tim kedua belah pihak duduk bersama dan mendiskusikan berbagai isu, mulai dari eksplorasi, eksploitasi, drilling dan sebagainya. Dalam proses ini CPI sangat koperatif," kata Satya.

Satya mengatakan sikap CPI tersebut harus dihargai karena terbuka dan mengakomodasi keinginan Pertamina, termasuk membuka data 78 kandidat sumur yang bisa dibor BUMN tersebut saat alih kelola.

"Yang dilakukan SKK Migas sudah maksimal. Kalau SKK Migas melakukan hal yang lebih dari yang sekarang, lembaga ini akan menyalahi kontrak," tutupnya.


TERKINI