Logo PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI)

Kerugian TAXI Tembus Rp275,5 Miliar Periode 2019, Masih Rendah dari Tahun Sebelumnya

02 April 2020

Moneter.id - PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI) membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai Rp275,5 miliar sepanjang 2019.  Angka ini  jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2018 senilai Rp836,37 miliar.

“Perseroan juga mengalami kerugian per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2019 juga berkurang sebesar 84,57% dari Rp389,81 per saham pada 2018 menjadi Rp60,11 per saham pada 2019,” tulis perseroan dalam laporan keuangannya di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Dijelaskan, penurunan kerugian ini terjadi seiring dengan berkurangnya liabilitas TAXI baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Total liabilitas jangka pendek TAXI pada 2019 berada di angka Rp720,97 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun 2018 senilai Rp1,6 triliun.

Perseroan berhasil mengurangi liabilitas jangka pendek dengan melunasi penuh pinjaman berbentuk utang bank senilai Rp442,5 miliar. Selain itu, utang obligasi juga telah dibayarkan sebagian sehingga berkurang menjadi Rp578,94 miliar dari sebelumnya Rp1 triliun pada 2018.

Selain itu, angka utang lain-lain dari pihak ketiga juga berkurang dari Rp33,09 miliar pada 2018 menjadi Rp21,32 miliar.

Adapun kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi atau capital expenditure (capex) juga melonjak sebesar 147% dari Rp13,27 miliar pada 2018 menjadi senilai Rp208,34 miliar pada 2019.

Sementara itu, total liabilitas jangka panjang pada 2019 adalah sebesar Rp212,35 miliar , atau turun dari total pada 2018 sebesar Rp250,37 miliar. Secara keseluruhan, total liabilitas TAXI adalah senilai Rp933,32 miliar, atau turun 49,5% dari tahun 2018 sebesar Rp1,85 triliun.

Di sisi lain, pendapatan TAXI mengalami penurunan pada 2019 yaitu sebesar Rp134,25 miliar. Jumlah ini menurun 44,4% bila dibandingkan dengan pendapatan pada 2018 sebesar Rp241,66 miliar.

Sekedar informasi, tahun ini perseroan akan menjual 7000 unit armada. Dimana sebanyak 90% dari total armada yang dijual tersebut adalah jaminan kepada pihak perbankan sesuai perjanjian yang diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO). Nantinya, hasil dari penjualan armada tersebut adalah Rp270 miliar angka minimum.

Kemudian dalam mengejar pertumbuhan bisnisnya, perseroan belum lama ini menggandeng mitra asal Jepang dengan mendatangkan 600 unit taksi baru.

 


TERKINI