Foto: Istimewa

Laba Bersih Mandiri Syariah Naik 51,53 Persen di Kuartal I/2020

13 Mei 2020

Moneter.id – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) membukukan laba bersih mencapai Rp 368 miliar sampai dengan kuartal I/2020. Realisasi ini tumbuh signifikan 51,53% secara tahunan (yoy).

Kata Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari, laba tersebut didukung dari pembiayaan yang memberikan kontribusi positif pada pendapatan margin bagi hasil bersih yang tumbuh 6,33% (yoy).

"Hingga akhir Maret 2020, kami membukukan laba bersih sebesar Rp 368 miliar naik 51,53% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ditopang pendapatan margin dan fee based income yang antara lain disumbang dari transformasi bisnis digital," ujarnya, Selasa (12/5/2020).

Fee based income (FBI) perseroan juga naik 36,97% dari Rp 52,06 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 71,31 miliar per Maret 2020. Pasalnya, FBI dari mobile banking berkontribusi tertinggi dengan pertumbuhan sebesar 55,76% dari Rp 8,04 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 12,52 miliar per Maret 2020.

Hingga Maret 2020, user Mandiri Syariah Mobile (MSM) mencapai 1,15 juta user dengan jumlah transaksi sebanyak 8,5 juta transaksi.

Tambah Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho mengungkapkan, menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 75,70 triliun, tumbuh 9,14% (yoy). "Pertumbuhan pembiayaan tersebut disertai perbaikan kualitas yang terjaga baik dengan indikator penurunan NPF net sebesar 34 bps dari 1,29% per Maret 2019 menjadi 0,95%. Sementara, NPF gross turun 57 bps dari 3,06% menjadi 2,49 % per Maret 2020," jelasnya.

Pertumbuhan pembiayaan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan pendapatan margin bagi hasil bersih yang tumbuh 6,33% (yoy) senilai menjadi Rp 2,23 triliun per Maret 2020.

Sementara fee based income meningkat 18,91% dari Rp 429 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 510 miliar per Maret 2020.

Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Mandiri Syariah tumbuh 16,94% (yoy) menjadi Rp 101,92 triliun pada Maret 2020.  Dari total dana tersebut, porsi CASA mencapai 56,37% yang ditopang dari tabungan yang naik 14,82% menjadi Rp 40,47 triliun.

Perolehan DPK menjadikan aset Mandiri Syariah per akhir Maret 2020 mencapai Rp 114,75 triliun atau naik 16,43% (yoy). Atas pencapaian seluruh indikator bisnis diatas, Mandiri Syariah mencatatkan return on equity (ROE) di level 16,39% per Maret 2020 dan menjadikan Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar dengan rasio profitabilitas bank yang baik.




TERKINI