Ilustrasi subsidi BBM. | Foto: Istimewa.

Jika Pertamina Serius Jalankan 'Roadmap' Penataan BBM, Subsidi Bisa Ditekan

28 Mei 2020

Moneter.id - Subsidi BBM sebenarnya bisa ditekan asalkan PT Pertamina (Persero) serius menjalankan peta jalan alias roadmap penataan BBM yang sudah diluncurkan sejak 2016.

Hal itu diungkapkan mantan Wakil Dirut Pertamina Ahmad Bambang di Jakarta, Kamis (28/5). Cerita pria yang biasa disapa Abe tersebut, setahun sebelum roadmap diluncurkan, dirinya kala duduk sebagai direktur Pemasaran Pertamina memiliki ide untuk mengeluarkan BBM nonsubsidi, tidak terlalu mahal, namun ramah lingkungan.

"Maka keluarlah Pertalite pada 2015. Diluncurkannya Pertalite agar masyarakat pindah ke BBM yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan dengan pemahaman yang lebih efisien. Harga murah tidak dilihat per liter tetapi per kilometer (km)," jelas dia.

Pertalite adalah bahan bakar gasoline yang memiliki angka oktan (RON) 90 serta berwarna hijau terang dan jernih dan sangat tepat digunakan oleh kendaraan dengan kompresi 9:1 hingga 10:1.

Selanjutnya, imbuh Abe, langkah berikutnya adalah peluncuran Pertamax Turbo RON 98 dan dilanjutkan penghapusan Pertamax Plus RON 95 pada 2017.

"Sehingga saat ini tersedia Premium RON 88, Pertalite RON 90, Pertamax RON 92 dan Pertamax Turbo RON 98," ujar penulis buku D’Gil! Marketing: Think Like There is No Box, ini.

Abe menambahkan, Pertalite dibuat dengan RON 90 agar selisih harga tidak terlalu banyak dengan Premium, selisih harga sekitar Rp 500 - Rp 1.000 per liter.

"Tujuannya agar masyarakat akan pindah ke Pertalite karena selain lebih efisien, lebih murah per km, juga tarikan motor lebih joss, perawatan motor lebih baik dan emisi lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan," terang pria yang juga sempat duduk sebagai komisaris Pertamina, ini.

Abe mengungkapkan, program tersebut berhasil 'memindahkan' konsumen Premium ke Pertalite lebih dari 65 persen dan terus bertambah, dan diikuti juga kenaikan konsumsi Pertamax.

"Dengan demikian, konsumen premium tinggal hanya 30 persen atau kurang sampai ada edaran BPH Migas agar Premium tetap tersedia di seluruh SPBU," ujar dia.

Baca juga : Ini Usulan Pakar Agar Subsidi Energi Bisa Ditekan

Penjelasan Abe, dengan mayoritas konsumen sudah pindah ke Pertalite dan Pertamax, maka roadmap Pertamina menuju Euro IV sudah semakin siap dijalankan.

Sebagaimana diketahui bahwa Euro IV mensyaratkan RON minimum 91. Oleh karena itulah, kata Abe, Pertamina punya dua pilihan untuk perubahan produk untuk mencapai Euro IV.

Pertama, Pertalite naik ke RON 91, Pertamax naik ke RON 94 sehingga tersedia RON 91, 94 dan 98. Kedua, Pertalite naik ke RON 92, Pertamax naik ke RON 95 sehingga tersedia RON 92, 95 dan 98.

"Sekarang saatnya bagi Pertamina untuk melanjutkan roadmap penataan BBM tersebut, sekaligus memenuhi standar Euro IV, meningkatkan kualitas lingkungan, menurunkan besaran subsidi energi yang memberatkan negara, serta masyarakat sudah siap menerima hal tersebut," ucap dia.

Abe berkomentar, sekarang pilihan ada di Pertamina, apakah BUMN energi kebanggaan rakyat Indonesia itu mau konsisten menjalankan roadmap untuk membantu keuangan negara atau tidak.

Reporter : Sam


TERKINI