ATM BCA | Foto: Moneter

Laba Bersih Konsolidasi BCA Naik 8,6 Persen di Triwulan I/2020

28 Mei 2020

Moneter.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih secara konsolidasi hingga akhir triwulan I/2020 sebesar Rp6,6 triliun. Capaian ini meningkat 8,6% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BCA mencatat pertumbuhan pendapatan operasional yang tinggi sebesar 17,3% (yoy) menjadi Rp19,6 triliun didukung oleh pertumbuhan kredit dan kinerja CASA.

“Posisi keuangan yang kokoh menjadi fondasi kuat bagi kami menghadapi ketidakpastian akibat pandemi COVID-19,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Portofolio kredit BCA tumbuh 12,3% (yoy) menjadi Rp612,2 triliun per Maret 2020 didukung oleh kredit korporasi yang meningkat 25,4% (yoy) menjadi Rp260,4 triliun.

Kredit komersial dan UKM naik 5% (yoy) menjadi Rp191,2 triliun, sedangkan kredit konsumer tumbuh 3% (yoy) menjadi Rp154,9 triliun sejalan dengan tren pertumbuhan pembelian rumah dan otomotif yang melambat.

Pada segmen kredit konsumer, KPR tumbuh 7% menjadi Rp92,5 triliun, KKB turun 2,1% (yoy) menjadi Rp47,2 triliun, dan outstanding kartu kredit turun 3,7% (yoy) menjadi Rp12,4 triliun.

Pada periode yang sama, pembiayaan syariah meningkat 19,8% (yoy) menjadi Rp5,7 triliun, sedangkan dari portofolio pembiayaan untuk kegiatan usaha berbasis lingkungan mencapai Rp118,6 triliun pada akhir Maret 2020 atau tumbuh 17% (yoy).

Sementara itu untuk dana CASA BCA tumbuh 17,3% (yoy) yaitu mencapai Rp568,5 triliun pada Maret 2020 dan berkontribusi sebesar 76,7% dari total dana pihak ketiga.

Jumlah rekening juga menunjukkan tren kenaikan yakni sebesar 13,7% (yoy) atau mencapai 22 juta rekening karena didukung layanan pembukaan rekening online.

Untuk deposito tumbuh sebesar 15,1% (yoy) yaitu mencapai Rp172,5 triliun meskipun terdapat tren penurunan suku bunga deposito, sementara total dana pihak ketiga meningkat 16,8% (yoy) menjadi Rp741 triliun. “Posisi likuiditas tetap kokoh dengan rasio LDR sebesar 77,6%,” ujarnya.

Dari sisi profitabilitas laba sebelum provisi dan pajak mencatat pertumbuhan 17,4% (yoy) yakni mencapai Rp10,1 triliun yang ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional sebesar 17,3% (yoy).

Pertumbuhan pendapatan operasional tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 14,1% (yoy) menjadi Rp13,7 triliun dan pendapatan operasional lainnya yang naik 25,5% (yoy) menjadi Rp5,9 triliun. “Beban operasional tumbuh 17,2% (yoy),” katanya.

Laba bersih triwulan pertama Rp6,6 triliun mendorong posisi permodalan BCA dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 22,5% dan rasio NPL terjaga di level 1,6% pada akhir Maret 2020.

Kemudian beban provisi meningkat 121,9% (yoy) sejalan dengan antisipasi terhadap tantangan pelemahan kualitas kredit, rasio pengembalian terhadap aset (ROA) 3,2%, serta rasio pengembalian terhadap ekuitas (ROE) sebesar 15,6%.

 


TERKINI