Medco

Medco Targetkan Himpun Dana US$150 Juta dari Rights Issue

28 Mei 2020

Moneter.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menargetkan menggalang dana sekitar US$150 juta melalui aksi korporasi penerbitan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Kata Anthony R. Mathias, Direktur Perencanaan & Keuangan/Direktur Independen Medco Energi Internasional, rencana HMETD diharapkan bisa terealisasi pada pada kuartal III/2020.

”Target dana yang ingin dihimpun sekitar US$150 juta dalam right issue kali ini, kami ekspektasikan mungkin tidak lebih dari itu,” ujarnya belum lama ini.

Disebutkan, perseroan berencana akan melepas sebanyak-banyaknya 7,5 miliar saham dengan nilai nominal Rp25 per saham (PUT III).

Untuk aksi korporasi ini, MEDC akan meminta persetujuan pemegang saham dengan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 25 Juni 2020. Setiap pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk memesan saham baru dalam HMETD akan terdilusi maksimum 29,5%.

Per 6 Mei 2020, komposisi pemegang saham MEDC terdiri atas PT Medco Daya Abadi Lestari sebesar 50%, Diamond Bridge Pte. Ltd. 21,38%, PT Medco Duta 0,19%, PT Multifabrindo Gemilang 0,04%, dan publik 27,87%. Adapun, perseroan memiliki saham treasuri sebesar 0,52%.

“Hasil dari dana yang dihimpun kali ini setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan sebagai modal kerja baik bagi perseroan maupun anak usaha perseroan,” kata Antony lagi.

Adapun, di tengah tingginya volatilitas harga minyak mentah dunia, emiten tambang migas itu mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar US$240 juta.

Untuk diketahui, jumlah tersebut telah dipangkas sebesar US$100 juta dari target panduan yang ditetapkan perseroan pada awal tahun ini di kisaran US$340 juta. Dari total capex yang baru itu sebesar US$180 juta dialokasikan untuk segmen migas, sedangkan US$60 juta untuk segmen listrik.

Perseroan yakin bahwa dalam ketidakpastian lingkungan makro saat ini, rencana penambahan dalam modal perseroan melalui HMETD merupakan suatu langkah yang bijaksana untuk mendukung posisi keuangan perseroan.

Selain itu, perseroan juga berencana melakukan rasionalisasi portfolio dengan melepaskan asetnya di Libya (Blok 47). Perseroan telah menyampaikan surat permintaan persetujuan atas pembukaan informasi teknis kepada beberapa pembeli potensial blok 47 kepada pemerintah Libya.

Nantinya, penyelesaian divestasi itu akan menghapus Libya dari wilayah kerja perseroan dan MEDC tidak memiliki niat untuk melanjutkan atau mencari peluang lain di Libya.


TERKINI