Foto: Istimewa

Ketua KPAI: Tunda Pembelajaran Tatap Muka di Pesantren!

29 Mei 2020

Moneter.id – Di Indonesia, jumlah pesantren saat ini sebanyak 28.194 pesantren dengan jumlah santri sebanyak 18 juta anak dengan didampingi sebanyak 1.5 juta guru. Dari jumlah tersebut, terdapat sebanyak 5 juta santri mukim. Ini tentu saja merupakan jumlah yang sangat besar dan memerlukan adanya perhatian khusus.

Kata Ketua KPAI, Susanto, menurut Undang-Undang 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren, terdapat 3 model pesantren di Indonesia. Pertama, pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk kitab kuning.

Kedua, pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk Dirasah Islamiyah dengan Pola Pendidikan Mu'alimin. Ketiga, pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk lainnya yang terintegrasi dengan pendidikan umum,” jelas Susanto disiaran persnya, Jumat (29/5/2020).

Terkait dengan adanya rencana kebijakan New Normal, Susanto menjelaskan, KPAI berpandangan bahwa pemerintah mesti hati-hati dan tidak terburu-buru untuk membuka pesantren dan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

“Pemerintah perlu belajar dari negara-negara lain, dimana pembukaan belajar di sekolah tampaknya masih menyisakan sejumlah persoalan karena belum siap dan memenuhi standart aman bagi anak,” ucapnya.

Tambah Susanto, Pemerintah perlu mempertimbangkan banyak hal, diantaranya;  aspek kasus Covid-19 di masyarakat yg turun secara signifikan, kesiapan SDM, sarana dan prasarana pendukung agar memenuhi standart protokol kesehatan serta aspek lain yg terkait.

“Apalagi,  sampai saat ini masih banyak pesantren yang memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam penyelenggaraan layanan pendidikan, termasuk fasilitas dan sarana-prasarana yang aman, sehat bagi anak, dan sesuai dengan standar protokol kesehatan COVID-19,” ucapnya.

Oleh karena itu, kata Susanto, KPAI meminta Kementerian Agama RI untuk melakukan pemetaan terlebih dahulu terkait kondisi dan kesiapan pesantren dalam penyelenggaaan pembelajaran tatap muka sesuai dengan standar kesehatan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Dalam hal pesantren berada dalam kondisi terbatas guna upaya pemenuhan standar protokol kesehatan COVID-19 untuk pembelajaran tatap muka, pemerintah dan pemerintah daerah hendaknya memberikan perhatian khusus terhadap pesantren, termasuk pemenuhan fasilitas dan sarana-prasarana serta pendukung lain yang dibutuhkan.

Secara lebih khusus, KPAI meminta agar proses pembelajaran secara tatap muka langsung di pesantren dalam kondisi new normal ditunda terlebih dahulu, jika pesantren belum memenuhi standar protokol kesehatan COVID-19, apalagi saat ini kasus2 Covid 19 di masyarakat masih tinggi.

“Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama agar pembukaan belajar tatap muka tdk menghadirkan masalah baru,” pungkasnya.


TERKINI