Web Akseleran

Sambut Normal Baru, Fintech P2P Lending Ini Siapkan Tiga Strategi Mitigasi Risiko Kredit

03 Juni 2020

Moneter.id – Menyambut New Normal, fintech berbasis Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran menyiapkan tiga strategi untuk memitigasi risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di tengah kembali menggeliatnya para pelaku usaha yang membutuhkan pinjaman sekaligus mendukung kebangkitan perekonomian nasional.

“Ada tiga strategi yang disiapkan Akseleran untuk memitigasi risiko NPL,” kata Christopher Gultom, Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran disiaran pers yang diterima, Rabu (3/6/2020).

Pertama, katanya, Akseleran melakukan pengetatan dalam penilaian kredit terhadap calon borrower termasuk melakukan penilaian menyeluruh tentang dampak Covid-19 pada bisnis mereka.

Kedua, pemantauan portofolio yang berkelanjutan, dan ketiga penerapan asuransi kredit yang berkelanjutan,” paparnya.

“Saya optimis tingkat NPL Akseleran dapat tetap terjaga di bawah 1% hingga akhir tahun 2020,” ucapnya lagi.

Christopher mengungkapkan, hingga akhir Mei 2020, tingkat NPL Akseleran masih terjaga stabil dengan berada di angka 0,67% dari total penyaluran pinjaman usaha atau mengalami penurunan sebesar 0,03% dibandingkan NPL pada akhir April 2020.

Tercatat di periode Januari-Mei 2020, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp300 miliar atau naik 5% dibandingkan periode yang sama di Mei 2019.

Lebih jauh, Christopher mengatakan, Akseleran masih berfokus kepada sektor seputar konstruksi, pertambangan minyak dan gas, logistik, dan trading.

Akseleran tetap berkomitmen untuk menyalurkan pinjaman usaha kepada setiap pelaku usaha yang mengajukan pinjaman (borrower) yang memang layak memperoleh pinjaman sekaligus mendukung mereka di saat situasi sulit seperti sekarang.

Katanya lagi, khusus selama masa pandemi Covid-19, Akseleran akan meningkatkan credit underwriting standard. “Dimana kami lebih memilih untuk membiayai invoice financing dibandingkan receivable financing meskipun bukan berarti receivable financing tidak bisa,” tungkasnya.

Harapannya, dengan meningkatkan fokus penyaluran menjadi invoice financing, risiko kredit yang ada menjadi lebih kecil sehingga terlihat dalam dua bulan terakhir outstanding dan penyaluran invoice financing di Akseleran lebih besar dari pada PO Financing, yang artinya mitigasi risiko yang baru tersebut sudah terimplementasi dengan baik,” terangnya.

“Kami berharap adanya kenaikan penyaluran pinjaman usaha di Akseleran sekitar 35% pada Juni yang akan terus berlanjut sampai dengan akhir tahun,” tutup Christopher.


TERKINI