Ilustrasi | Foto: Istimewa

Delapan Fintech P2P Lending Telah Kantongi Izin dari OJK, Ini Daftarnya

03 Juni 2020

Moneter.id – Sebanyak delapan penyelenggara fintech berbasis Peer to Peer (P2P) Lending telah mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa keuangan (OJK).

Total sudah 33 penyelenggara fintech p2p lending yang mengantongi lisensi dari OJK, dari total anggota AFPI saat ini 161 perusahaan, sisanya berstatus terdaftar di OJK.

“Selamat kepada para anggoatanya yang telah mendapat izin usaha,” kata Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi, Selasa (2/6/2020).

Menurutnya, untuk menjadi penyelenggara fintech p2p lending harus comply terhadap regulasi dan aturan dari OJK maupun dari asosiasi demi menjaga kredibilitas industri.

Tambah Adrian, pemberian izin usaha dari OJK menandakan kredibilitas industri fintech p2p lending semakin tinggi. Hal tersebut tercermin dari pembiayaan yang terus meningkat.

Berdasarkan data OJK, sampai April 2020 akumulasi pembiayaan fintech p2p lending mencapai Rp 106,06 triliun, naik 186,54% secara tahunan (yoy).

Delapan penyelengara fintech berbasis Peer to Peer (P2P) Lending yang telah mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa keuangan (OJK) meliputi:

1. Pinjam Modal (PT. Finansial Integrasi Teknologi),

2. Taralite (PT. Indonusa Bara Sejahtera),

3. Danarupiah (PT. Layanan Keuangan Berbagi),

4. Pinjamwinwin (PT. Progo Puncak Group),

5. Julo (PT. Julo Teknologi Finansial).

6.  Indodana (PT. Artha Dana Teknologi),

7. Awantunai (PT. SimpleFi Teknologi Indonesia),

8.  Alami (PT. Alami Fintek Sharia).


TERKINI