Ilustrasi | Foto: Istimewa

Kadin: Fintech Lending Bisa Jadi Pintu UMKM Akses Permodalan

15 Juni 2020

Moneter.id – Kadin Indonesia menilai layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (fintech lending) dapat menjadi sebuah pintu baru bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk bisa mengakses permodalan.

"Fintech lending bisa menjadi sebuah pintu baru bagi UMKM untuk bisa mengakses permodalan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bobby Gafur Umar di Jakarta akhir pekan lalu.

Kata Bobby, dengan adanya akses baru melalui digital, maka yang namanya proses risk profile di bank akan menjadi terpotong atau terlewati.

Persoalan di bank terkait pemberian kredit adalah rata-rata perusahaan baru atau yang tidak memiliki jaminan mengalami kesulitan untuk lolos proses manajemen risiko bagi calon nasabah.

"Kalau kita bayangkan misalnya pelaku UMKM memasarkan produknya lewat marketplace online dari mulai trading history saja sudah bisa terlihat, sehingga data analisa risk profile dapat terlihat jelas dari bisnis ini," jelas Bobby.

Kata Bobby, bahwa terkait permodalan, masalah bagi UMKM adalah mereka tidak mampu untuk mengakses permodalan.

Kalau harus mengajukan permohonan kredit atau pinjaman kepada bank, pelaku UMKM akan menghadapi berbagai macam syarat seperti jaminan, kelayakan usaha dan sebagainya yang kemungkinan karakternya sangat berbeda dengan persyaratan bank.

Padahal secara bisnis, ketika tahun 1998 saja terbukti UMKM yang menjadi penyelamat perekonomian nasional, dan sampai sekarang sektor usaha di Indonesia masih didominasi oleh UMKM.

"Yang jadi masalah UMKM bukannya tidak membutuhkan dana, dana KUR dengan bunga enam persen tentunya banyak yang berminat namun masalah terletak pada cara mengaksesnya," kata Bobby.

Di sisi lain karena penyalurannya melalui perbankan, justru bank-bank mengalami kesulitan untuk mendapatkan nasabah.

Menurut dia, Indonesia harus bisa masuk pada langkah yang inovatif, mendahului langkah-langkah negara lain.

Salah satu langkah terobosan dan inovatif tersebut adalah selain menggunakan bank, penyaluran KUR juga bisa bekerjasama dengan fintech lending namun tentu saja nasabah dan risk profile-nya menjadi tanggung jawab fintech tersebut.


TERKINI