Foto: Istimewa

Penyaluran Kredit bjb Tumbuh 9,7 Persen Hingga April 2020

16 Juni 2020

Moneter.id – PT Bank Pembangunan Daerah dan Banten, Tbk  (bank bjb) mengalami pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 9,7% hingga April 2020. Kredit konsumer yang menjadi captive market bank bjb menguasai sebesar 70% porsi kredit yang disalurkan perusahaan.

Tutur Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto, pertumbuhan ini bisa diperoleh berkat terjaganya aliran kredit konsumer yang mendominasi postur kredit perseroan.

”Pertumbuhan ini didorong oleh terjaganya kualitas penyaluran kredit konsumer. Fakta bahwa profil captive market kredit konsumer yang didominasi para aparatur sipil negara (ASN) membuat bank bjb semakin di atas angin,” katanya dalam siaran persnya di Bandung, Senin (15/6/2020).

Diketahui, kredit berbasis penghasilan tetap merupakan salah satu kelompok yang paling kuat dan tahan terhadap ancaman krisis ekonomi selama Covid-19,"ujarnya.

Walau tumbuh, bank bjb tidak terlepas dari pengaruh terpaan Covid-19. Pengaruh ini menampak pada terhambatnya arus pembayaran kredit. Rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) yang dicatat bank bjb sampai dengan Maret 2020 sebesar 1,65%.

Meski meningkat tipis, bank bjb diprediksi dapat tetap menjaga kualitas penyaluran kredit di atas rata-rata.

Berdasarkan catatan historis, catatan NPL bank bjb selalu berada di bawah rata-rata perbankan nasional. Sejak 2017, bank bjb juga selalu mencatatkan rasio kredit macet di bawah 1,6%.

Di luar kredit, bank bjb berhasil mencatatkan raihan laba bersih sebesar Rp418 miliar hingga Triwulan I 2020. Capaian positif tersebut diikuti penambahan nilai aset yang tercatat sebesar Rp123 triliun atau tumbuh sebesar 4,5% year on year (yoy).

Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan bertumbuh sebesar 4% yoy menjadi sebesar Rp93,8 triliun.

Sementara itu berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diketahui bahwa pertumbuhan kredit perbankan di Jawa Barat menyentuh angka 5,48% yoy, aset bertumbuh 6,56%, serta DPK tumbuh 10,4% pada Triwulan I 2020.

Namun seiring dengan itu, profil risiko kredit perbankan di jabar juga naik menjadi 3,03% dari 3,02% pada akhir 2019. Situasi pandemi yang masih terjadi memaksa perbankan lebih jeli dan hati-hati dalam menyusun strategi agar dapat terus bertumbuh.

Maka untuk mengantisipasi risiko dan memaksimalkan peluang ekspansi, bank bjb telah menyiapkan serangkaian opsi strategi ekspansi untuk digunakan dalam berbagai situasi, tak terkecuali menghadapi berbagai skenario situasi perkembangan pandemi di era new normal.

Menghadapi new normal tersebut, bank bjb akan memanfaatkan lebih optimal layanan perbankan elektronik dan digital yang dimiliki perusahaan baik untuk nasabah personal maupun institusional.


TERKINI