Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati

Kuartal III/2020, Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Minus Hingga 1,4 Persen

22 Juni 2020

Moneter.id – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan minus 1,6 persen hingga 1,4 persen pada kuartal III/2020. Prediksi ini berkaca pada biaya penanganan Covid-19 dari APBN yang sudah tersalurkan dan pelonggaran PSBB.

“Pemerintah berupaya keras untuk menahan laju pertumbuhan di atas nol persen. Di antaranya dengan memastikan bantuan sosial sebagai pengungkit konsumsi rumah tangga disalurkan secara tepat sasaran,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (22/6/2020).

Katanya, jika ekonomi masuk negatif pada kuartal ketiga, Indonesia masuk ke zona resesi secara teknis. Sebab, hampir dapat dipastikan, ekonomi pada kuartal kedua akan mengalami kontraksi dalam.

"Itu saya sebutkan, technically bisa resesi kalau kuartal kedua negatif dan ketiga negatif," ujarnya.

Menkeu memproyeksikan, ekonomi kuartal II/2020 naik negatif 3,8 persen. “Ini merupakan dampak langkah restriksi aktivitas sosial dan ekonomi, sehingga berdampak pada agregat demand maupun supply,” ucapnya.

Menkeu Sri berharap pada kuartal IV/2020 ekonomi akan lebih baik.”Harapan ini sejalan dengan akselerasi belanja pemerintah dan insentif dunia usaha serta berbagai program UMKM yang sudah mulai berjalan,” paparnya.

“Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2020 dapat berada di atas 3,4 persen. Namu, apabila menggunakan skenario sangat buruk, pertumbuhannya hanya di tingkat satu persen,” ujarnya lagi.


TERKINI