PT Timah

PT Timah Catat Kerugian Rp412,86 Miliar di Kuartal I/2020

23 Juni 2020

Moneter.id – PT Timah Tbk (TINS) membukukan rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak Rp 412,86 miliar di kuartal I/2020. Sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu, emiten timah ini mencetak rugi sebesar Rp 611,28 miliar.  

“Perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha senilai Rp 4,38 triliun di kuartal I/2020, meningkat sebesar 5,28% dari dengan periode yang sama tahun lalu Rp 4,16 triliun,” tulis perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Disebutkan, perolehan pendapatan usaha tersebut terdiri dari logam timah yang mencatatkan sejumlah Rp 4,17 triliun dari semula Rp 3,80 triliun, tin solder sebanyak Rp 9,28 miliar dari sebelumnya Rp 107,03 miliar, dan tin chemical sebesar Rp 102,41 miliar dari semula Rp 111,16 miliar.

“Perolehan tersebut juga terdiri dari rumah sakit sejumlah Rp 75,45 miliar, real estate sebanyak Rp 4,36 miliar, nikel sebesar Rp 13,32 miliar, dan jasa galangan kapal sejumlah Rp 6,22 miliar,” tulisnya lagi. 

Sementara beban pokok pendapatan perseroan melonjak 34,01% menjadi Rp 4,55 triliun, dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,37 triliun. Dengan demikian, rugi bruto perseroan turun menjadi Rp 173,58 miliar dari semula Rp 790,39 miliar.

Hingga Maret 2020, perseroan mencatatkan penurunan aset menjadi Rp 18,76 triliun, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 senilai Rp 20,36 triliun. Total liabilitas juga turun menjadi Rp 13,94 triliun dari semula Rp 15,10 triliun dan total ekuitas turun menjadi Rp 4,82 triliun dari sebelumnya Rp 5,25 triliun.

Di kuartal I/2020, perseroan memiliki arus kas operasi positif sebesar Rp1,32 miliar dan memiliki utang sebesar Rp 7,08 triliun yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan ke depan.

Perseroan tahun ini menargetkan laba bersih sebesar Rp 500 miliar. Maka untuk mengejar target tersebut, selain efisiensi perseroan juga terus mengembangkan fasilitas produksi yang menjadi prioritas pada tahun ini.

Adapun, rencana ekspansi lainnya seperti rencana ekspansi ke luar negeri akan ditahan untuk sementara waktu dengan tujuan efisiensi. 


TERKINI