Bambang Soesatyo | Foto: Istimewa

Bamsoet: Ekonomi Pancasila Miliki Peluang Ambil Alih Sistem Ekonomi Global, Tapi...

23 Juni 2020

Moneter.id – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo mengatakan sistem ekonomi Pancasila mempunyai peluang mengambilalih sistem ekonomi dunia yang tengah terkoreksi karena pandemi COVID-19.

“Sistem ekonomi Pancasila merupakan sistem khas bangsa di luar sistem ekonomi yang berlaku di luar,” kata Bamsoet akhir pekan lalu.

Menurutnya, virus corona telah mengoreksi globalisasi beserta seluruh tatanan ekonomi dunia menuju tatanan ekonomi baru. Ini peluang bagi kita untuk mengambilalih haluan. Bicara ekonomi lokal, tentu tidak bisa lepas dari sistem ekonomi Pancasila.

“Inilah peluang ekonomi Pancasila ambil alih sistem ekonomi global," jelasnya.

Meski demikian, ia meragukan sistem ekonomi Pancasila bisa mengatasi tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, seperti ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Bamsoet menjelaskan Indonesia tengah dihadapkan pada kenyataan bahwa harga produksi pertanian impor, utamanya komoditas pangan, lebuh murah dari harga produk dalam negeri.

Hal itu menyebabkan ketergantungan terhadap pangan impor semakin besar. "Ini kondisi yang mengkhawatirkan mengingat Indonesia punya potensi besar dan sudah terbukti bisa memenuhi kebutuhan pangan atau swasembada," katanya.

Ketergantungan Indonesia terhadap produk impor, lanjut Bamsoet, terus memprihatinkan sejak 2010 di mana hingga 2013 setiap tahunnya Indonesia mengimpor separuh kebutuhan garam nasional atau sekitar 1,5 juta ton. "Padahal, laut itu bagian terbesar Indonesia," imbuhnya.

Impor komoditas pangan pun meluas termasuk kedelai, kacang tanah, bawang, daging, susu hingga buah dan sayur. Pada 2017-2018, Indonesia pun menjadi importir gula terbesar dunia, dengan hampir 4,5 juta ton.

"Konsumsi gula impor kita mengalahkan China yang hanya impor 4,2 juta ton padahal penduduk China itu satu miliar jiwa, tapi konsumsi gula impor kita mengalahkan China," katanya.

 


TERKINI