Ilustrasi | Foto: Istimewa

Trik Khusus Agar Pinjaman di Bank Cepat Cair

23 Juni 2020

Moneter.id – Untuk mendapatkan modal usaha di era pandemi saat ini, Anda bisa memanfaatkan pinjaman yang disediakan oleh pihak perbankan. Namun, menyiapkan dokumen yang lengkap sebagai syarat mengajukan pinjaman saja tidak cukup. Dibutuhkan yang namanya trik khusus agar pinjaman bank bisa segera dicairkan.

Dilansir dari situs Cermati.com, Selasa (23/6/2020) berikut beberapa trik yang bisa Anda lakukan agar pengajuan pinjaman di approval dan cepat dicairkan oleh perbankan. 

Punya Penghasilan Tetap

Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kalau Anda mempunyai penghasilan yang tetap setiap bulan. Nominal penghasilan menjadi tolak ukur terhadap besarnya pinjaman yang diberikan oleh bank. Apabila penghasilan semakin besar, maka pinjaman pun semakin besar. 

Di sisi lain, cara ini membantu pihak bank untuk meminimalisir terjadinya risiko kredit macet atau gagal bayar. Sehingga bank memiliki perputaran uang yang bagus, dan tidak merasa dirugikan karena pinjaman yang diajukan oleh para debitur.

Skor Kredit Bagus

Sebelum memberikan pinjaman, kreditur akan melihat bagaimana riwayat pinjaman Anda dalam kurun waktu tertentu. Tujuannya untuk mengecek ada atau tidaknya kasus kredit yang menunggak, pembayaran minimum, atau gagal bayar. Dalam hal ini, Anda harus memberikan bank waktu untuk melakukan pengecekan secara detail.

Nah, apabila skor kredit bagus, maka pinjaman yang diajukan bisa disetujui dan dicairkan untuk memenuhi kebutuhan usaha. Namun bila tidak, coba cari sumber pendanaan lain sehingga usaha bisa beroperasi sebagaimana mestinya.

Kalau mau, Anda bisa coba mengajukan pinjaman pada bank yang berbeda. Sebab setiap bank punya penilaian dan pertimbangan sendiri terhadap debitur.

Tujuan Usaha yang Jelas

Segala sesuatu yang jelas akan lebih mudah diyakini, dan hal ini berlaku saat meminjam uang di bank. Jika tujuan peminjaman untuk membuka usaha, maka tetapkan tujuan usaha yang jelas dan terkesan meyakinkan. Karena tujuan ini nantinya akan dilampirkan langsung dalam proposal pengajuan pinjaman.

Di sisi lain, Anda juga harus mampu membuat estimasi anggaran untuk masing-masing divisi usaha. Usahakan agar estimasinya tidak terkesan berlebihan, sehingga tidak memunculkan kecurigaan pada sisi perbankan.

Dengan cara ini, percayalah kalau pengajuan pinjaman akan segera disetujui dan diproses. Selanjutnya, Anda hanya perlu memikirkan mekanisme pembayaran pinjaman sampai lunas.

Pinjaman Jangan Terlalu Besar

Apabila kemampuan finansial Anda kurang, dalam arti gaji pas-pasan, sebaiknya hindari mengajukan pinjaman dengan nominal yang terlalu besar. Karena ini dapat mengurangi peluang untuk mendapatkan pinjaman. Bahkan besar kemungkinan terjadinya penolakan karena nominalnya dianggap tidak sesuai dengan status ekonomi.

Di sisi lain, nominal pinjaman yang besar dikenakan bunga yang besar pula. Oleh karena itu, Anda harus memikirkan hal ini sebaik mungkin. 

Sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan usaha saat itu. Jangan karena kesalahan sepele, pinjaman Anda kembali ditolak untuk kesekian kalinya.

Punya Usaha Minimal 1 Tahun

Pinjaman Anda akan semakin mudah disetujui apabila digunakan untuk usaha yang sudah berjalan selama minimal satu tahun. Logikanya, ketika suatu usaha sudah berjalan, maka penilaian kelayakan usahanya lebih mudah dilakukan dibandingkan pada bisnis yang sama sekali belum beroperasi. 

Apabila catatan kinerja usaha selama setahun bagus, maka pihak bank tidak ragu untuk memberi pinjaman dalam jumlah yang besar. Tentunya, disertai dengan syarat pembayaran yang sesuai dengan aturan perbankan.

Sebaiknya jaga kinerja usaha Anda agar tetap baik karena ini akan memberikan keuntungan sendiri bagi kelancaran usaha di masa yang akan datang.

Cari Kreditur yang Pas

Nyatanya, tidak semua bank memberikan fasilitas pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan. Setiap bank memberikan penawaran yang berbeda-beda. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk mencari satu kreditur yang menurut Anda paling pas dalam memenuhi modal usaha.

Mengenai pinjaman dan cara kerjanya, Anda bisa lihat pada brosur atau website resmi bank. Apabila kurang jelas, maka tanyakan langsung kepada karyawan di masing-masing bank.

Bila ada yang kurang jelas, sebaiknya tanyakan secara detail. Ini bagus untuk menghindari terjadinya miscommunication yang dapat berakibat fatal pada pinjaman Anda di kemudian hari. 

Siapkan Agunan

Sudah melakukan berbagai cara, tapi pinjaman terus ditolak? Jangan menyerah, ajukan lagi pinjaman pada bank yang berbeda. Namun, kali ini disertai dengan agunan tertentu.

Pengajuan yang disertai dengan agunan biasanya lebih mudah diterima. Apabila pinjaman bermasalah, maka bank dapat menyita agunan tersebut untuk sementara waktu. Atau mengambil alih agunan ketika pinjaman sudah tidak bisa lagi dilunasi.

Namun sebelum agunan disita, bank akan mengirimkan penagih terlebih dahulu. Jika tidak ada respons, baru agunan akan disita dengan pemberitahuan tertentu.

 


TERKINI