Ilustrasi gedung Pertamina | Foto: Istimewa

Pertamina: Kebutuhan Pendanaan 2020-2026 Hampir Rp 2 Ribu Triliun

01 Juli 2020

Moneter.id – Perusahaan migas milik negara, PT Pertamina (Persero) menyampaikan kebutuhan pendanaan dari tahun 2020-2026 yang mencapai 133 miliar dolar AS atau setara Rp1.862 triliun (kurs Rp14.000/dolar AS). Pernyataan tersebut disampaikan Pertamina dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII,DPR, di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Kata Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati, total angka sebesar 133 miliar dolar AS tersebut merupakan belanja modal dalam 6 tahun.

"Kebutuhan dana tersebut sebesar 47 persen berasal dari internal, 10 persen project financing, 28 persen dari eksternal, dan 15 persen dari pembiayaan ekuitas," katanya.

Kemudian, kata Nicke, pilihan dari pendanaan perusahaan dapat berasal dari saham, surat utang dan juga perbankan. “Untuk tahun ini pendanaan sebesar 6,2 miliar AS atau Rp87 triliun untuk proyek strategis nasional,” paparnya.

Adapun opsi pendanaan perusahaan bisa dari saham (partnertship dan initial public offering (IPO) atau penawaran umum saham perdana, surat utang (rerata tenor 1-10 tahun, dibatasi debt to equity ratio), dan perbankan (rata-rata tenor 4-5 tahun).

Jelas Nicke, alokasi pemanfaatan pendanaan tersebut. “Khusus di tahun ini sebanyak 6,2 miliar dolar AS atau Rp87 triliun dialokasikan untuk sejumlah proyek strategis nasional (PSN),” ucapnya.


TERKINI