Matahari Departement Store

Pendapatan Matahari Departement Store Anjlok 19,69 Persen di Kuartal I-2020

02 Juli 2020

Moneter.id - PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) membukukan pendapatan bersih hingga Rp 1,55 triliun di kuartal I-2020. Capaian ini anjlok 19,69% dibandingkan priode yang sama tahun lalu dengan pendapatan hingga Rp 1,93 triliun.

Perseroan menjelaskan, penjualan eceran yang menjadi penopang pendapatan LPPF terlihat menurun hingga 22,32% year on year (yoy) menjadi Rp 976,77 miliar.

“Penjualan konsinyasi-bersih juga menurun 16,09% yoy menjadi Rp 535,36 miliar. Hanya pendapatan jasa yang terkerek naik hingga 16,11% yoy menjadi Rp 37,04 miliar,” tulis perseroan di keterangan resminya, Rabu (1/7/2020).

Perdagangan LPPF di awal Maret sebenarnya masih baik. Hanya saja, perdagangan mengalami penurunan drastis di pertengahan Maret 2020 akibat pandemi Covid-19.

Meski beban pokok pendapatan LPPF mampu ditekan 13,74% yoy menjadi Rp 631,4 miliar. Laba kotor LPPF tetap terkoreksi menjadi Rp 917,77 miliar dari sebelumnya Rp 1,2 triliun.

Penurunan pada laba kotor ini menyebabkan LPPF mencatatkan rugi operasional berjalan hingga Rp 35,32 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, LPPF mengantongi laba operasional hingga Rp 184,02 miliar.

Kerugian operasional ini juga disebabkan oleh kerugian lain-lain yang membengkak menjadi Rp 5,71 miliar dari sebelumnya Rp 372 juta. Padahal, dari sisi beban usaha sudah ditekan hingga 6,3% yoy menjadi Rp 947,39 miliar.

Sementara, perseroan membukukan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 93,95 miliar di kuartal I-2020.

Padahal di priode yang sama tahun lalu, LPPF mampu mencatatkan laba hingga Rp 142,51 miliar. Untuk total aset yang dimiliki LPPF hingga kuartal I-2020 adalah Rp 9,22 triliun, naik dibanding akhir tahun 2019 yang tercata Rp 4,83 triliun. Total liabilitasnya meningkat drastis hingga 155,66% kuartal on kuartal (QoQ) menjadi Rp 7,9 triliun.

Liabilitas LPPF meningkat signifikan salah satunya dipicu pembengkakan pinjaman bank hingga Rp 1,62 triliun yang pada kuartal I 2018 akun ini tidak tercatat. Di sisi lain, total ekuitas LPPF  terkoreksi hingga 24,57% QoQ menjadi Rp 1,32 triliun. 


TERKINI