Bank Jago

Pemegang Saham Bank Jago Berkomitmen Jadikan Bank Berbasis Digital

09 Juli 2020

Moneter.id - Pemegang saham pengendali berkomitmen mengembangkan Bank Jago yang sebelumnya bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk (Bank Artos) menjadi bank berbasis teknologi yang akan melayani segmen menengah dan mass market, dengan berkolaborasi bersama seluruh pelaku ekosistem digital.

"Didukung manajemen yang kuat dan berpengalaman, kami optimistis dapat berpartisipasi aktif dalam menumbuhkan ekonomi digital dan ikut mewarnai industri perbankan nasional," kata Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar di acara Public Expose Insidentil secara virtual di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Menurut Kharim, saat ini pihaknya tengah merampungkan bisnis model dan menyempurnakan aplikasi yang akan diluncurkan sebelum kuartal IV-2020.

"Seiring berjalannya bisnis model Bank Jago, indikator kinerja perseroan saat ini tentunya nanti akan ikut berubah," kata Kharim.

Kharim menjelaskan, keputusan manajemen mendesain Bank Jago sebagai bank berbasis teknologi didasari pada kajian mendalam terkait pergeseran tren layanan keuangan digital dan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari hari.

Menurut dia, disrupsi digital yang melanda hampir semua sektor ekonomi, termasuk sektor jasa keuangan, telah mengubah lanskap industri perbankan. Karena itu, kemampuan bank dalam beradaptasi dan memahami kebutuhan nasabah menjadi faktor kunci.

Cara pandang masyarakat terhadap layanan dan produk jasa keuangan juga berubah secara signifikan dalam lima tahun terakhir.

Acara ini sebagai bagian dari proses penyebaran informasi kepada pemegang saham atas perkembangan kinerja dan kondisi perseroan, terutama setelah pelaksanaan rights issue.

Di acara itu manajemen juga memaparkan bisnis model dan rencana pengembangan bisnis bank ke depan. “Proses rights issue senilai Rp1,3 triliun telah selesai pada April 2020,” jelas manajemen.

Pemegang saham pengendali, PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology Limited (WTT), telah melaksanakan haknya sehingga porsi kepemilikan masing-masing tetap sama yakni 37,65 persen dan 13,35 persen.

Keduanya menjadi pengendali dengan total kepemilikan 51 persen, sementara pemegang saham publik tercatat sebesar 49 persen.

Dengan tambahan modal hasil rights issue, Bank Jago naik peringkat ke Bank BUKU II dengan ekuitas Rp1,3 triliun dan aset senilai Rp1,8 triliun per April 2020. Per posisi Maret 2020 rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 116 persen, loan to deposit ratio (LDR) sebesar 58 persen dan non performing loan (NPL) 2,09 persen.


TERKINI