Ilustrasi rokok Wismilak | Foto: Istimewa

Emiten Rokok Ini Bagikan Dividen Tunai Rp3,5 per Lembar atau Rp7,35 Miliar

29 Juli 2020

Moneter.id – Emiten produsen rokok PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) membagikan dividen tunai sebesar Rp3,5 per lembar atau setara Rp7,35 miliar kepada pemegang saham dari total laba Rp 27,27 miliar atau 26,95%.

Berdasarkan hasil laporan keuangan per kuartal I/2020, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp14,3 miliar atau meningkat 170,88% lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, pendapatan Wismilak juga melonjak 19,8% secara tahunan Rp374,9 miliar.

Kata Sekretaris Perusahaan Wismilak Inti Makmur, Surjanto Yasaputera, kinerja perseroan yang cukup menggembirakan ini merupakan hasil dari strategi yang dilakukan secara cermat dan terarah yang berfokus pada 3 hal utama, yakni optimalisasi kapasitas produksi, peningkatan kualitas produk dan penetrasi pasar.

“Pertumbuhan penjualan tahun ini didorong oleh produk baru tersebut,” ucap Surjanto.

Menurut Surjanto, produk-produk baru perseroan berada rentang harga terjangkau, sementara segmen produk di rentang harga yang terjangkau, menurut Surjanto, cenderung lebih diminati belakangan ini.

Pemicunya ada dua yakni naiknya harga produk-produk rokok di tier 1 akibat harga jual eceran (HJE) yang meningkat di tahun 2020 serta daya beli masyarakat yang melemah di tengah situasi pandemi.

“Produk rokok yang kami luncurkan beberapa waktu terakhir ini berada dalam range (harga) yang cukup affordable sehingga bisa menjadi alternatif pengganti buat konsumen yang merasa rokok sebelumnya terlalu mahal harganya,” ungkap Surjanto.

Wismilak hingga saat ini belum merilis data kinerja semester I/2020, namun perseroan menyatakan terdapat kenaikan volume penjualan yang cukup signifikan dengan total volume penjualan meningkat 34% yoy pada kuartal II/2020, lebih tinggi dari volume penjualan yang naik 20% yoy pada kuartal I/2020.

Terkait belanja modal, Wismilak menganggarkan biaya sebesar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar untuk pemeliharaan mesin mengingat kapasitas produksi yang relatif masih cukup banyak.

 


TERKINI