Mandiri Tunas Finance (MTF)

MTF Salurkan Pembiayaan Rp8,84 Triliun di Semester I-2020

05 Agustus 2020

Moneter.id – PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mencatatkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp8,84 triliun di semester I-2020.

“Per akhir Juni 2020, MTF berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp8,84 triliun,” kata Direktur Keuangan MTF Armendra disiaran pers yang diterima Moneter.id, Rabu malam (5/8/2020).

Kata Armendra, perseroan berupaya dapat membantu pemulihan perekonomian nasional dari sisi penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor di masa krisis dengan cara selektif dan hati-hati.

“Kami yakin masih ada beberapa sektor dan customer yang tetap memerlukan pembiayaan,” jelasnya.

Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 terasa di triwulan II-2020, dimana pembiayaan baru turun signifikan mulai bulan April 2020.

“Namun kami optimistis di triwulan ketiga perekonomian akan mulai pulih, dengan adanya berbagai upaya Pemerintah untuk menangani Covid-19, seperti relaksasi terhadap penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, diawali adanya trend peningkatan new lending MTF antara 13-25% dari Mei hingga Juli 2020," tambah Armendra.

Total piutang pembiayaan yang disalurkan MTF selama periode semester I-2020 sebesar Rp16,22 triliun, turun 4,74% sejalan dengan adanya penurunan pembiayaan.

Sementara total pendapatan yang diperoleh MTF selama semester I-2020 mencapai Rp1,47 triliun, turun 10,40% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 sebesar Rp1,64 triliun. “Hal ini sejalan dengan penurunan pembiayaan dan pelaksanaan restrukturisasi,” paparnya.

Penurunan pendapatan ini antara lain dikarenakan adanya restrukturisasi pembiayaan senilai lebih dari Rp12 triliun berupa penundaan angsuran selama 6 bulan.

Alhasil, dalam periode semester 1-2020, MTF pun mencatatkan laba operasional sebesar Rp371,78 miliar.

“Kami telah meminimalisir dampak Covid-19 dengan melakukan berbagai upaya, antara lain melakukan efisiensi secara maksimal pada beban biaya Perusahaan,” ujarnya lagi.

Selain itu, lanjutnya, MTF akan tetap memastikan agar likuiditas tetap terjaga baik, dimana keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran masih positif. Sehingga kita masih tetap mampu memenuhi kewajiban finansial kita kepada kreditur atau pihak terkait.

“Sejauh ini, risiko likuiditas Perseroan dapat dikelola dengan baik karena kami memperoleh dukungan keuangan yang kuat dari Bank Mandiri melalui skema pembiayaan bersama,” bebernya.

Dalam hal permodalan, pengelolaan permodalan dilaksanakan MTF sesuai ketentuan POJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal 27 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.

Salah satunya adalah menjaga gearing ratio, yaitu jumlah pinjaman yang dimiliki Perseroan dibandingkan modal sendiri dan utang subordinasi dikurangi penyertaan.

Katanya lagi, MTF senantiasa menjaga jumlah maksimum gearing ratio lebih kecil dari ketentuan yang ditetapkan melalui analisa alternatif pembiayaan baik melalui pinjaman bank, penerbitan obligasi ataupun optimalisasi dana joint financing.

“Per akhir Juni 2020, gearing ratio MTF sebesar 5,34 kali, di bawah batas ketentuan maksimal yakni 10 kali,” ungkap Armendra.   

Beberapa rasio keuangan tetap berada dalam posisi yang baik antara lain rasio permodalan 22,31%, rasio ekuitas terhadap modal disetor 977,31%, dan rasio piutang pembiayaan terhadap total asset 95,34%. Sedangkan rasio non-performing financing (NPF) - gross MTF per akhir Juni 2020 berada pada posisi 3,71%. 


TERKINI