PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN

Perkuat Modal, PLN Resmi Tawarkan Obligasi dan Sukuk

10 September 2020

Moneter.id – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN resmi mencatatkan penawaran obligasi berkelanjutan IV PLN tahap I tahun 2020 dan sukuk ijarah berkelanjutan IV PLN tahap I tahun 2020 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (9/9/2020) kemarin.

PLN dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (9/9/2020) menyatakan obligasi perseroan telah mendapatkan peringkat AAA dari Pefindo dan AAA syariah untuk sukuknya. Dan sebanyak tujuh underwriter terlibat dalam penawaran surat utang ini.

Ketujuh underwriter itu adalah PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Penerbitan obligasi dan sukuk tersebut diharapkan dapat menghimpun dana hingga Rp1,87 triliun. Penawaran umum telah dilakukan pada 2 – 3 September 2020 lalu.

Untuk seri A, jumlah pokok senilai Rp312 miliar dengan tingkat bunga tetap 6,7 %dan tenor 5 tahun sejak emisi. Selanjutnya, seri B memiliki jumlah pokok Rp28 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,25% dan tenor 7 tahun.

Sementara itu, seri C memiliki jumlah pokok Rp158 miliar dengan tingkat bunga tetap senilai 7,9% dan tenor 10 tahun.

Lalu, seri D memiliki jumlah pokok Rp841 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,65% bertenor 15 tahun serta seri E dengan jumlah Rp161 miliar dengan tingkat bunga 8,86% dan tenor 20 tahun.

Untuk lima sukuk yang ditawarkan, seri A memiliki nilai pokok senilai Rp39 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp2,61 miliar dan tenor 5 tahun sejak emisi.

Selanjutnya, Seri B memiliki jumlah pokok Rp35 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp2,53 miliar dan tenor 7 tahun. Sementara itu, seri C memiliki jumlah pokok Rp200 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp15,8 miliar dan tenor 10 tahun.

Kemudian, seri D memiliki jumlah pokok Rp56 miliar cicilan imbalan ijarah Rp4,84 miliar bertenor 15 tahun serta seri E dengan jumlah Rp46,5 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp4,11 miliar dan tenor 20 tahun.

Adapun, pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 bulan dengan pembayaran bunga pertama pada 8 Desember 2020.

 


TERKINI