Fitur dari Jurnal

Aplikasi Akuntansi dan Keuangan dari Mekari Bantu Online Seller Terapkan Strategi Penjualan yang Tepat Melalui Automasi

13 September 2020

Moneter.id – Indonesia kembali memasuki darurat COVID-19 setelah jumlah kenaikan kasus positif semakin meningkat dan Provinsi DKI Jakarta pun menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat mulai pekan depan.

Kondisi yang telah berlangsung selama lebih dari 6 bulan ini berdampak pada  produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang -5,32% pada Q2 2020. Seluruh aspek terdampak, termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dulunya selalu hadir sebagai penopang perekonomian.

Pemerintah telah berusaha mendorong roda perekonomian melalui berbagai kebijakan serta insentif demi menyelamatkan UKM. Juga dorongan untuk melakukan digitalisasi dalam proses bisnis menjadi anjuran utama bagi UKM agar bertahan, mengingat saat ini pola konsumsi masyarakat yang berubah dampak PSBB dimana kebutuhan sehari - hari pun dipenuhi via belanja online.

Menurut catatan Indonesia E-Commerce Association (idEA), dalam periode Mei hingga Agustus 2020, dari 7 platform yang bergabung pada Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dicatat ada penambahan sekitar 1,9 juta pelaku UKM yang mulai mulai membuka toko secara online di beberapa platform e-commerce.

Sayangnya, memiliki toko secara online di beberapa platform tidak menjamin kesuksesan bisnis UKM. Dibutuhkan strategi dan edukasi bagi UKM untuk memastikan keberlanjutan bisnis yang dimiliki di platform online. Hal ini yang juga ditegaskan oleh idEA bahwa,

“Platform - platform e-commerce di Indonesia bersama idEA juga menyadari penuh kondisi ini dan berusaha melakukan pendampingan edukasi terkait digital marketing dan promosi yang diberikan platform terkait untuk mendukung penjualan merchant tersebut. Perlu adanya edukasi yang berkelanjutan untuk menciptakan seller yang terpercaya dan berkualitas.”ujar idEA dalam keterangan tertulisnya Kamis (10/9).

Sementara, Standie Nagadi, VP Marketing & Brand Mekari menjelaskan, bahwa di saat semua UKM Indonesia didorong untuk memaksimalkan digitalisasi di tengah kondisi saat ini, dibutuhkan strategi yang tepat bagi UKM agar bisa bersaing baik dari kualitas service maupun promosi marketing.

Pemahaman atas setiap platform yang berbeda dan pencatatan keuangan bisnis yang akurat dan realtime menjadi kunci UKM untuk memastikan keberlanjutan bisnisnya, jelasnya.

Mekari melalui produknya Jurnal, melakukan survei dan terungkap pula bahwa terdapat dua hal utama yang menjadi tantangan responden yang memiliki toko di platform marketplace.

Sebanyak 42,1% menemukan kesulitan dalam pencatatan penjualan dan pengelolaan pembukuan, sementara 26,3% menemukan masalah dalam pengelolaan persediaan. Jurnal sebagai aplikasi keuangan dan akuntansi berbasis cloud bisa menjadi solusi tepat bagi pemilik UKM dalam mengelola bisnisnya secara online.

“Kami meyakini bahwa digitalisasi UKM tidak bisa berhenti di eksistensi mereka di platform marketplace saja, dibutuhkan supporting tools dan kemampuan menganalisa data yang tepat untuk memastikan mereka mengetahui langkah - langkah yang akan diambil dalam menjalankan bisnisnya di berbagai marketplace. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi akuntansi dan keuangan berbasis cloud yang mendukung pengelolaan keuangan bisnis,” tambah Standie.

Automasi yang dikedepankan oleh Jurnal memungkinkan UKM untuk melakukan beberapa hal seperti mendapatkan insight keuangan dari setiap marketplace, mencantumkan tag di setiap transaksinya, mengelola stok barang dan melacak penjualan terbanyak, meminimalisir risiko kesalahan pencatatan secara nanual dan mengatur strategi promosi yang tepat di tiap platform.

Demi memastikan keberlanjutan bisnis UKM di era digital ini, dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak yang berkomitmen menghadirkan solusi bagi UKM. “Momen ini menjadi penting untuk memastikan UKM Indonesia melakukan transformasi digital secara penuh guna memaksimalkan operasional bisnis, sehingga pemilik usaha bisa mengambil keputusan bisnis yang strategis dan penuh kehati - hatian untuk mengupayakan manajemen keuangan usaha tetap sehat di masa krisis ini,” ujar Standie.

Hingga saat ini, Jurnal telah dipercaya oleh lebih dari 17.000 bisnis di seluruh Indonesia dan dapat diakses menggunakan metode berlangganan dengan harga yang terjangkau.

 


TERKINI