Shopee | Foto: Istimewa

Hasil Riset, Shopee Pimpin Pasar Belanja Online

20 September 2020

Moneter.id – Berdasarkan riset marketing MarkPlus, Inc, Shopee menjadi e-commerce pemimpin pasar pada kuartal III disusul Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blibli, dan JD.id.

Sebanyak 90% responden menyatakan Shopee sebagai brand yang pernah digunakan dalam tiga bulan terakhir, disusul Tokopedia (58)%, Lazada (35%), Bukalapak (22%), Blibli (14%), dan JD.id (13%).

Head of High Tech, Property & Consumer Goods Industry MarkPlus, Inc. Rhesa Dwi Prabowo menjelaskan, riset kali ini ditujukan untuk melihat seperti apa kebiasaan konsumen dalam berbelanja online di gerai-gerai digital tersebut selama pandemi.

"Dengan tren belanja online meningkat beberapa bulan terakhir, kami ingin melihat peta kompetisi e-commerce selama kuartal III. Brand mana paling sering digunakan sampai aktivitas marketing yang berkorelasi terhadap peningkatan penggunaan,”ujarnya di Jakarta akhir pekan lalu.

Selain itu, Shopee juga menjadi e-commerce dengan top of mind atau paling diingat konsumen dengan 71%, diikuti Tokopedia (15%), Lazada (8%), Bukalapak (2%), serta JD.id dan Blibli (1%).

Menurut Rhesa, alasan sebuah brand e-commerce dapat diingat dengan mudah karena diantaranya getol dalam merilis berbagai rangkaian kampanye untuk menarik perhatian konsumen.

Selain merilis kampanye selama periode kuartal III, memperkuat interaksi dengan konsumen merupakan upaya penting yang dapat dilakukan. Di antaranya dapat dilakukan melalui berbagai program, seperti iklan dan acara TV, live stream, serta kolaborasi lainnya.

Jelasnya, selain paling diingat oleh para konsumen, Shopee juga menjadi platform yang banyak digunakan oleh pelaku usaha untuk menjalankan bisnis onlinenya. Karena tren belanja online yang kini meningkat, maka para pelaku usaha memperkuat strateginya di ranah digital atau online.

“Banyaknya pelaku usaha yang masuk ke ranah online membuat produk yang dijual di Shopee juga lebih variatif sehingga berhasil memimpin hasil riset dalam penjualan beberapa kategori produk,”katanya.

"Kami melihat inisiatif seperti kolaborasi serta penawaran yang atraktif untuk mendorong roda ekonomi dapat mendukung pemenuhan kehidupan masyarakat di tengah kondisi pandemi selama kuartal ketiga. Dengan adanya alternatif dan solusi yang ditawarkan oleh para brand e-commerce, kami yakin penggunaan e-commerce di masa yang akan datang, yakni kuartal empat tahun ini, akan semakin tinggi,” tutup Rhesa.




TERKINI