Penandatangan akad pembiayaan antara BNI Syariah dengan PT Medco Power Indonesia di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

BNI Syariah Beri Modal Kerja Rp400 Miliar ke Medco Power Indonesia

27 September 2020

Moneter.id – BNI Syariah melakukan penandatangan akad pembiayaan musyarakah modal kerja dengan PT Medco Power Indonesia sebesar Rp400 miliar pada, Jumat (25/9/2020).

Pembiayaan modal kerja ini bertujuan untuk corporate financing yang digunakan untuk tambahan modal kerja dan biaya operasional PT Medco Power Indonesia.

“Penandatanganan Akad Plafond Pembiayaan ini  merupakan wujud dukungan BNI Syariah terhadap program pemerintah Indonesia dalam penggunaan Energi Terbarukan (renewable energy),” kata SEVP Bisnis SME & Komersial BNI Syariah, Babas Bastaman.   

Dukungan BNI Syariah terhadap penggunaan Energi Terbarukan (renewable energy) ini sesuai amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017 tanggal 18 Juli 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan.

Direktur keuangan PT Medco Power Indonesia, Susilawati Nasution mengatakan saat ini perusahaan sedang membangun proyek energi terbarukan  cukup besar diantaranya PLTP Ijen berkapasitas 110 MW yang akan beroperasi penuh (Commercial Operation Date) pada 2023.

“Selain itu perusahaan juga mempunyai pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Riau berkapasitas 275 MW,” kata Susilawati.

Pada tahun ini, BNI Syariah mengusung tema strategis “Embracing New Opportunities”, dimana bank siap meraih peluang-peluang baru dan menjadi partner yang lebih baik bagi seluruh stakeholder salah satunya di bidang energi terbarukan.

Hal ini juga sesuai dengan value proposition BNI Syariah yaitu Hasanah Banking Partner, dimana BNI Syariah berkomitmen untuk memajukan ekonomi melalui dukungan kepada PT. Medco Power Indonesia dalam pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia.

“Meski pandemi, Alhamdulillah, sampai bulan Juni 2020 portofolio pembiayaan produktif BNI Syariah mencapai Rp 13,6 triliun,” jelas Babas Bastaman lagi.

Menurutnya, mayoritas pembiayaan komersial BNI Syariah ini disalurkan ke beberapa sektor industri antara lain konstruksi, listrik, gas air, industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran dan jasa dunia usaha.


TERKINI