Indika Energy

Beban Rugi Bersih Indika Energy Capai USD 21,91 Juta di Semester I/2020

28 September 2020

Moneter.id – PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan beban rugi bersih sebesar US$ 21,91 juta di semester I/2020.

“Sementara total pendapatan INDY di semester I/2020 sebesar US$ 1,12 miliar atau turun 18,22% dibanding akhir Juni 2019 yang tercatat sebesar US$ 1,38 miliar,” tulis perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Beban pokok kontrak dan penjualan tercatat sebesar US$ 954,64 juta atau turun 16,62% dibanding kuartal II 2019 yang tercatat sebesar US$ 1,145 miliar.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai US$ 964,62 juta atau turun 7,75% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar US$ 1.045 miliar.

Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar US$ 2,4 miliar atau mengalami penyusutan 6,47% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar US$ 2,5 miliar.

Adapun aset perseroan tercatat senilai US$ 3,368 miliar atau turun 6,845% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat senilai US$ 3,616 miliar.

Sementara  kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat US$ 45,89 juta, naik 2,59% dibandingkan semester pertama 2019  yang tercatat US$ 44,73 juta.

Tahun ini, perseroan mematok target produksi sebesar 30,95 juta ton. Tercatat per Juli 2020, realisasi produksi batubara PT Indika Energy Tbk mencapai 20,4 juta ton per Juli 2020.

Produksi ini terdiri atas produksi PT Kideco Jaya Agung sebesar 19,5 juta ton batubara. Jumlah ini hampir sama dengan  realisasi produksi Kideco pada periode sama di tahun lalu, yakni sebanyak 19,6 juta ton.

Hingga saat ini, target produksi INDY masih sesuai dengan target yang telah disepakati pemerintah yakni sebanyak 30,95 juta ton, yang terbagi atas dua porsi yakni Kideco sebesar 29,65 juta ton dan PT Multi Tambang Utama (MUTU) sebesar 1,3 juta ton.

 


TERKINI