Ilustrasi | Foto: Istimewa

Pendapatan Medco Energi Internasional Anjlok 7,56 Persen

05 Oktober 2020

Moneter.id – PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) membukukan pendapatan US$551,76 juta atau Rp7,88 triliun di semester I/2020. Pendapatan ini turun 7,56% dibandingkan priode yang sama tahun lalu yakni sebesar US$ 596,88 juta.

Kata CEO Medco Energi, Roberto Lorato, menurunnya pendapatan dikarenakan menurunnya kebutuhan energi akibat pandemi Covid-19 mengakibatkan harga minyak kuartal kedua berada di bawah U$30 per barrel dan memangkas permintaan gas ke level minimum. 

“Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok Medco justru membengkak menjadi US$349,19 juta per Juni 2020, dibandingkan sebelumnya US$272,34 juta,” bebernya akhir pekan lalu.

Sementara, perseroan mencatat penurunan laba kotor sebesar US$202,56 juta dari US$324,54 juta per Juni 2019.

Medco pun mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$95,75 juta atau setara Rp1,37 triliun.

Rugi bersih itu berbalik dari sebelumnya laba bersih US$27,86 juta pada semester I/2019. Perusahaan menghemat kas neto untuk investasi sebesar US$189,73 juta, berkurang dari sebelumnya US$574,01 juta.

Namun, perusahaan menggunakan kas neto untuk pendanaan sebesar US$127,86 juta, berbalik dari sebelumnya kas diperoleh dari pendanaan US$390,48 juta.

Alhasil, kas dan setara kas Medco per akhir Juni 2020 menyusut menjadi US$340,31 juta dari US$450,88 juta per Juni 2019. Total liabilitas Medco meningkat menjadi US$5,07 miliar dari akhir 2019 senilai US$4,65 miliar.

Per semester I/2020, liabilitas jangka pendek mencapai US$1,14 miliar dan liabilitas jangka panjang US$3,93 miliar. Ekuitas Medco Energi mencapai US$1,26 miliar, berkurang dari sebelumnya US$1,36 miliar.

Total aset perseroan pun mencapai US$6,33 miliar atau Rp90,43 triliun dari akhir 2019 US$6 miliar. Perseroan mengungkapkan, ada tiga bisnis utama yang menopang pendapatan di semester pertama tahun ini.

Penjualan minyak dan gas bumi neto senilai US$470,68 juta atau Rp6,72 triliun, penjualan tenaga listrik dan jasa terkait US$79,31 juta atau Rp1,13 triliun, dan pendapatan jasa US$1,77 juta atau Rp25,28 miliar.

Ada peningkatan penjualan tenaga listrik dan jasa dari semester I/2019 masing-masing sebesar US$65,39 juta dan US$650.692. Namun, penjualan migas sebagai kontributor pendapatan utama menurun dari posisi US$530,83 juta.

Selain itu, perusahaan telah melakukan lindung nilai sebesar 7,5% dari produksi 2020 hingga 2021 dengan rata-rata harga minyak di US$48 per barel dan US$42 per barel untuk memberikan perlindungan terhadap permintaan energi yang lebih rendah. 


TERKINI