Ilustrasi | Foto: Istimewa

Sinarmas Agro Tawarkan Obligasi Tahap II Tahun 2020 Senilai Rp1,4 Triliun

05 Oktober 2020

Moneter.id – PT Sinarmas Agro Resources and Technology (SMART) menawarkan obligasi berkelanjutan II SMART Tahap II Tahun 2020 senilai Rp 1,4 triliun. Obligasi ini bagian dari obligasi berkelanjutan II SMART dengan total Rp 3 triliun.

Obligasi berkelanjutan II SMART Tahap II Tahun 2020 akan diterbitkan dalam tiga seri. Seri A akan diterbitkan dengan nilai pokok Rp 572 miliar, tingkat bunga 8 persen bertenor 370 hari.

Sementara seri B akan diterbikan dengan nilai pokok Rp 280 miliar dengan tingkat bunga 9,75% dan tenor tiga tahun. Kemudian Seri C diterbitkan dengan nilai pokok Rp 548 miliar, tingkat bunga 10,5% dan tenor lima tahun.

"Bunga obligasi ini akan dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 22 Januari 2021 hingga jatuh tempo masing-masing obligasi," tulis manajemen dalam prospektus yang disampaikan pada Senin, (5/10/2020).

Obligasi ini tlah mendapatkan peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). PT BCA Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana dan penjamin emisi obligasi.

Sementara PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat. Sesuai rencana, perseroan menargetkan meraih pernyataan efektif penawaran obligasi tersebut pada 27 Maret 2020.

Penawaran obligasi dilakukan pada 15,16 dan 19 Oktober 2020 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Oktober 2020.

Perseroan akan menggunakan dana hasil emisi obligasi ini mencapai 42% dari total perolehan untuk belanja modal, yakni untuk membiayai penyelesaian penambahan kapasitas pabrik biodiesel yang berlokasi di Tarjun, Kalimantan Selatan.

Selanjutnya sekitar 29% lainnya untuk pembayaran angsuran pokok utang bank jangka panjang perseroan.

Sebelumnya, perseroan telah merilis obligasi berkelanjutan II SMART Tahap I Tahun 2020 dengan nilai Rp 775 miliar, sehingga tersisa obligasi yang belum diterbikan mencapai Rp 825 miliar.

Perseroan juga memiliki saldo terhutang sebesar Rp 3,45 triliun pada 30 September 2020. Saldo terhutang ini berasal dari pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar Rp 2,03 triliun dan dari PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp 1,41 triliun.

Pinjaman ini akan jatuh tempo pada 25 November 2020 sebesar Rp 167,82 miliar, 23 Desember 2020 sebesar Rp 92,49 miliar dan 25 Februari 2021 sebesar Rp 139,68 miliar.

Sementara sisa 29% dana dari emisi obligasi akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan. 


TERKINI