BTN

BTN Akan Ambil Langkah Konservatif Antisipasi Gejolak Pasar

06 Oktober 2020

Moneter.id – PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyatakan akan mengambil langkah konservatif untuk mengantisipasi gejolak di pasar keuangan imbas dari pandemi COVID-19.

"Sejak kuartal II lalu, perseroan telah menggelar sejumlah langkah antisipatif. Kami sudah merevisi target investasi dan memilih lebih konservatif," kata Direktur Utama Dana Pensiun (Dapen) BTN Mas Guntur Dwi Sulistyanto di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Katanya, strategi konservatif yang digelar Dapen BTN tetap mengedepankan dan menjaga Rasio Kecukupan Dana (RKD) tetap di atas 100 persen.

"Per Agustus 2020, RKD Dapen BTN masih terjaga pada posisi aman di 107,2 persen," kata Mas Guntur.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari total dana pensiun pemberi kerja yang menjalankan program pensiun manfaat pasti atau DPPK-PPMP, jumlah dapen yang memiliki RKD di atas 100 persen hanya sebanyak 65 dapen atau 39,63 persen.

Sementara itu, sisanya memiliki RKD di bawah 100 persen. Perinciannya, sebanyak 47,56 persen dari total DPPK-PPMP memiliki RKD di atas 75 persen hingga 100 persen, sebanyak 9,76 persen memiliki RKD lebih dari 50 persen hingga 75 persen, sementara 3,05 persen dari total DPPK-PPMK memiliki RKD kurang dari 50 persen.

Kata, Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi, ada beberapa faktor yang menyebabkan dapen memiliki RKD di bawah 100 persen.

Pertama, kenaikan gaji karyawan yang tidak diikuti dengan kenaikan iuran dari pemberi kerja.

Kedua, iuran yang masuk ke dapen dari pemberi kerja kurang tepat. Jika iuran tidak tepat, pengurus dapen tidak bisa segera menginvestasikan iuran tersebut.

Ketiga, penggunaan asumsi bunga teknis atau bunga aktuaria yang tinggi,” tungkasnya. 


TERKINI