Ilustrasi | Foto: Istimewa

Hindari Phishing, Jangan Posting Foto Selfie dan KTP di Medsos ya Gaes...

10 Oktober 2020

Moneter.id – Fenomena kehadiran pinjaman online atau pinjol sekarang ini tengah marak di masyarakat. Dengan adanya kecanggihan teknologi pengajuan pinjol dapat dilakukan cukup dari genggaman tangan.

Syaratnya pun mudah, asal ada foto selfie atau swafoto dengan KTP, proses pengajuanmu akan diproses.

Meski mudah, namun kalian harus tetap hati-hati. Foto selfie dengan KTP kalian bisa jadi incaran penjahat. Paling sering pelaku menggunakan teknik phishing.

Phishing adalah modus kejahatan untuk melakukan penipuan dengan mengelabui korban. Tujuannya mencuri data penting, seperti identitas diri, password, kode PIN, kode OTP (one time password) pada akun-akun keuangan, seperti mobile banking, internet banking, paylater, dompet digital, hingga kartu kredit.

Jika sudah dapat data pentingnya, akun dijebol, duit dikuras sampai habis alias ludes. Pada umumnya aksi kejahatan ini dilancarkan melalui email maupun media sosial lain, seperti mengirimi link palsu, membuat website bodong, dan sebagainya.

So, berikut cara menghindari modus penipuan untuk mendapatkan foto selfie dengan KTP kamu, seperti dikutip dari laman Cermati.com, Sabtu (10/10/2020) :  

Verifikasi Identitas Diri

Modus kejahatan phishing yang bisa dikenali adalah email masuk dari bank, media sosial, perusahaan penyedia aplikasi dompet digital, atau lainnya. Berisikan informasi peningkatan keamanan, iming-iming hadiah, atau lain sebagainya.

Ada link atau tautan yang harus kamu buka. Setelah itu, kamu akan digiring ke website palsu rancangan pelaku atau ke halaman sebuah formulir.

Intinya meminta kamu memasukkan data kredensial, kode PIN, kode CVV pada kartu kredit, nama ibu kandung alamat, nomor telepon, dan informasi lainnya.

Selain itu, meminta kamu mengunggah foto selfie dengan KTP atau dokumen lain (NPWP, SIM) yang terlihat jelas. Kalau sudah detail seperti itu, sebaiknya kamu berpikir ulang mengirimkannya.

Jika email tersebut datang dari pihak bank resmi, petugas bank tidak akan pernah meminta kode PIN dari nasabah. Bila ada yang meminta, berarti sudah jelas, itu penipuan.

Foto Selfie KTP Akan Dijual

Foto selfie bersama KTP adalah salah satu data rahasia saat registrasi layanan online. Maka dari itu, penipu akan menggunakan segala cara untuk mendapatkannya demi uang. 

Kalau kamu mengirim foto selfie ke penipu, mereka akan membuat akun atas namamu. Misalnya di bursa mata uang kripto, akunmu dipakai untuk pencucian uang. Akibatnya, kamu yang kena getahnya. Terlibat masalah hukum.

Selain itu, data foto selfie dan KTP kamu dijual penipu di pasar gelap dengan harga sangat mahal. Kemudian datamu akan dipakai sesuka hati pembeli.

 

Ciri-ciri Penipuan Online

Kenali ciri-ciri penipuan online bermodus foto selfie dan KTP, seperti Kesalahan Ketik. Dalam email maupun formulir data palsu yang dibuat penipu tidak dibuat dengan bahasa atau kalimat yang baik. Ada kesalahan tata bahasa dan bisa juga kesalahan pengetikkan.

Curigai Alamat Pengiriman. Setiap mengirim email, perhatikan alamat pengirim. Pastikan tidak ada yang janggal. Jika email tersebut datang dari pihak bank resmi misalnya, biasanya akan menggunakan email kantor, bukan pribadi. 

Nama Domain Tidak Cocok. Meski alamat pengirim terlihat sah, situs yang menampilkan formulir palsu kemungkinan besar berlokasi di domain tidak terkait atau mencurigakan.

Batas Waktu. Pelaku phishing seringkali menuliskan email yang berisi batas waktu yang cepat sebuah link palsu untuk diakses. Artinya setelah lewat dari batas waktu, link akan kadaluwarsa. Yang kamu harus ketahui, perusahaan yang baik tidak mungkin memburu nasabah atau penggunanya dalam waktu cepat.

Meminta Informasi Berulang. Berpikirlah seribu kali kalau kamu sudah memberikan informasi yang diminta pada saat registrasi (alamat email, nomor telepon), lalu mereka meminta lagi informasi yang sama.

Tidak Ada Pilihan Lain. Biasanya di formulir phishing yang dibuat penipu, kamu tidak punya pilihan lain selain mengunggah foto selfie dengan KTP.

Tidak Ada Informasi Resmi. Kalau kamu benar-benar harus mengonfirmasi atau verifikasi identitasmu, biasanya itu tidak wajib. Bukan sebuah keharusan.

Informasi tentang konfirmasi identitas juga pasti tersedia di situs resmi perusahaan. Sementara kalau penipuan, pastinya informasi itu tidak tertera alias bohong.

Maka pastikan kalau mendapatkan email mencurigakan, jangan langsung klik link palsu tersebut. Cek lagi dengan mengunjungi website resminya.

Tips Hindari Penipuan Online Berkedok Unggah Foto Selfie :

1. Bersikap curiga terhadap permintaan untuk verifikasi identitas di layanan yang sudah kamu gunakan. Jika kamu bingung apakah melaksanakan atau mengabaikan sebuah email, lebih baik cari informasi di situs resmi perusahaan untuk memastikan kebenarannya.

2. Perhatikan kualitas kalimat atau isi email. Ingatlah, kesalahan tata bahasa, kata-kata yang hilang, atau kesalahan ketik dalam sebuah komunikasi perusahaan sangat jarang terjadi

3. Periksa darimana email itu berasal dan ke mana tautan atau link Perusahaan mengirim email dari domain resmi dan syarat atau ketentuan apapun akan dijelaskan pada situs resmi mereka. Termasuk formulir pendaftaran bisa diperoleh di situs tersebut.

4. Kalau tertera batas waktu yang memaksa kamu mengakses link palsu tersebut, lebih baik cuekin. Daripada kamu jadi korban tipu-tipu penjahan dunia maya.

5. Jika ragu, hubungi call center atau contact center Tetapi jangan gunakan nomor yang disediakan dalam email atau link palsu tersebut. Cari saja di situs resmi atau email konfirmasi pendaftaran.

6. Instal antivirus dan rajin update untuk menjaga keamanan ponsel dan datamu terhadap kejahatan phishing dan penipuan online.

Jangan Sebar Foto Selfie di Media Sosial

Dalam menjaga keamanan data dan akun keuanganmu adalah jangan pernah membagikan foto selfie dan KTP, SIM, NPWP, hingga kartu kredit ke media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, TikTok dan lain sebagainya. 


TERKINI