Logo Garuda Indonesia

Cari Tambahan Modal, Garuda Indonesia Bakal Terbitkan Obligasi Wajib Konversi Rp8,5 Triliun

15 Oktober 2020

Moneter.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana mencari tambahan modal melalui penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) senilai Rp 8,5 triliun. OWK ini berpotensi menaikkan kepemilikan saham pemerintah di Garuda Indonesia menjadi 84,8%.

“Perseroan membukukan kerugian sebesar US$ 728,15 juta imbas pembatasan penerbangan akibat penyebaran virus corona. Tidak hanya membukukan kerugian, ekuitas perseroan juga menjadi negatif US$ 80,77 juta,” tulis keterangan perseroan, Rabu (14/10/2020).

Tulisnya, selain itu ekuitas negatif juga diikuti dengan penurunan aset sebesar 45% menjadi US$ 165,41 juta dari periode 31 Desember 2019.

Penurunan keuangan yang drastis tersebut, perseroan harus menempuh perbaikan likuiditas melalui penerbitan OWK. PMTHMETD melalui OWK dipandang menjadi solusi untuk meningkatkan modal kerja perseroan dari negatif.

Per 30 Juni 2020, modal kerja Garuda Indonesia tercatat negatif sebesar US$ 3,68 miliar. Penerbitan OWK akan dilakukan dalam denominasi rupiah dengan jangka waktu tujuh tahun.

OWK ini akan dikonversi menjadi saham baru seri B yang jumlahnya akan ditentukan dengan membagi nilai prinsipal OWK yang terutang pada tanggal konversi OWK dengan harga konversi.

Sementara harga konversi akan mengacu pada 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler.

"Berdasarkan analisa kondisi laporan keuangan per 30 Juni 2020, harga konversi adalah Rp 260. Sementara jumlah saham baru yang akan diterbitkan mencapai 41,26 miliar saham," tulis manajemen.

Dengan adanya penerbitan OWK ini, perseroan berharap bisa memperbaiki posisi keuangan, seperti nilai aset yang lebih tinggi. Sehingga bisa meningkatkan rasio aset lancar dan modal keria perseroan.

Arus kas juga bisa diperbaiki karena nilai OWK sebesar Rp 8,5 triliun akan digunakan untuk pembiayaan operasional perusahaan. "Kondisi keuangan yang lebih baik akan membantu keberlangsungan usaha perseroan dimasa yang akan datang dengan pondasi keuangan yang lebih baik," tulis manajemen lagi.

Setelah penambahan modal dengan OWK, persentase kepemilikan saham Seri B akan terdelusi sekitar 61%.

Hingga 30 September 2020, pemegang saham Garuda terdiri atas pemerintah Indonesia sebesar 60,5%, PT Trans Airways sebesar 25,8%, dan masyarakat sebesar 13,7%.

Setelah transaksi OWK dilakukan, struktur kepemilikan saham pemerintah Indonesia naik menjadi 84,8%, Trans Airways berkurang menjadi 9,9%, dan kepemilikan saham masyarakat turun menjadi 5,3%.

Saat ini, perseroan sedang menjajaki kerjasama dengan calon pemodal yang akan menjadi pemegang OWK. Rencananya, pemerintah Indonesia yang diwakili Kementerian Keuangan yang akan menjadi pemegang OWK.

Keikutsertaan pemerintah dianggap penting karena ikut mendukung peran perseroan untuk menopang perekonomian. Sesuai rencana, penerbitan OWK akan dilakukan setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Adapun RUPSLB akan dilakukan pada 20 November 2020 mendatang.


TERKINI