Ilustrasi | Foto: Istimewa

Petrogas Basin Kembali Kelola WK Kepala Burung Hingga 2040

15 Oktober 2020

Moneter.id – Anak usaha dari RH Petrogas Ltd. yaitu Petrogas (Basin) Ltd. kembali mengelola Wilayah Kerja (WK) Kepala Burung. Kesepakatan ini berlaku efektif 15 Oktober 2020 hingga 14 Oktober 2040 mendatang.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kontrak gross split WK Kepala Burung antara Pemerintah RI dengan RH Petrogas Ltd.

Kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno, manajemen Petrogas (Basin) Ltd. telah bekerja dengan baik semasa kontrak sebelumnya untuk meningkatkan produksi dan membuat langkah-langkah efisiensi pada wilayah kerja yang sudah berumur tersebut, dan ramah lingkungan.

“Sampai dengan akhir kontrak, Petrogas (Basin) Ltd. menjawab tantangan yang diberikan negara dengan baik. Selanjutnya SKK Migas berharap agar kinerja yang baik tetap dipertahankan pada periode kontrak berikutnya berdasarkan kontrak gross split dengan efisien, efektif dan massif. Petrogas (Basin) Ltd. juga harus melakukan kegiatan Eksplorasi untuk mengembangkan potensi jangka panjang,” kata Julius di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Perpanjangan kontrak WK Kepala Burung ini juga menunjukkan kepastian arah investasi RH Petrogas Ltd. yang berkantor pusat di Singapura melalui anak perusahaannya Petrogas (Basin) Ltd.

"Kepercayaan Pemerintah RI kepada Petrogas (Basin) Ltd. untuk kembali mengelola Wilayah Kerja ini akan dilaksanakan dengan prinsip etika bisnis yang baik dan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dalam upaya untuk terus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi yang 100% diperuntukan bagi kebutuhan energi dalam negeri, khususnya Papua Barat,” jelas Presiden Petrogas Companies di Indonesia, Syafri Syafar.

Sekedar informasi, Blok Kepala Burung memiliki dua fasilitas produksi yakni, Kasim Production Facility untuk fasilitas produksi minyak mentah dari Lapangan Walio, Wakamuk, Cendrawasih, Kasim, dan Jaya, di mana hasil produksi sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan dalam negeri dengan dikirimkan ke kilang pengolahan Pertamina RU-VII yang berada di Kabupaten Sorong.

Kemudian fasilitas produksi Arar Gas dan LPG Plant, yang merupakan fasilitas produksi gas dari Lapangan Arar dan Klalin. Produk gas ini digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik untuk keperluan domestik, dalam hal ini pembangkit listrik di Kabupaten Sorong.

Dengan total luas area sekitar 850 km2, Blok Kepala Burung menghasilkan sekitar 5.000 barel minyak per hari dan lebih dari 20 juta standar kaki kubik gas per hari. Keseluruhan produk baik minyak mentah maupun gas diperuntukkan bagi kebutuhan dan ketahanan energi domestik.

Petrogas (Basin) Ltd., sebagai operator WK Kepala Burung merupakan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang dalam melaksanakan operasinya berada dalam pengawasan dan pengendalian SKK Migas.

 


TERKINI