Ilustrasi sarang burung walet | Foto: Istimewa

Indonesia - Tiongkok Teken LOI Pembelian Sarang Burung Walet Senilai Rp2,2 Triliun

05 Nopember 2020

Moneter.id – Indonesia dan Tiongkok menandatangani Letter of Intent (LOI) pembelian untuk produk sarang burung walet senilai USD 150 juta atau senilai Rp2,2 triliun yang akan dilakukan pada 2021.

LOI ini ditandatangani Atase Perdagangan (Atdag) Beijing, Marina Novira dan General Manager of Production Center dari Xiamen Yan Palace Seelong Food Co., Ltd, Huang Danyan dan disaksikan Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun dan Chairman Xiamen Yan Palace Seelong Food, Huang Jian pada 28 Oktober 2020 lalu.  

Xiamen Yan Palace Seelong Food Co., Ltd, merupakan perusahaan importir dan pabrik pengolahan sarang burung walet yang menggunakan 100 persen produknya dari Indonesia.

“Diharapkan seluruh perwakilan perdagangan di luar negeri dapat semakin aktif dalam mempromosikan produk Indonesia yang dapat meningkatkan nilai ekspor,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.  

Sementara itu, Marina menyampaikan, melalui LOI ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor nonmigas. “Dengan LOI ini diharapkan nilai ekspor produk sarang burung walet Indonesia akan meningkat dan dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nonmigas nasional. Hal ini mengingat Indonesia merupakan produsen sarang burung walet terbesar di dunia, sedangkan Tiongkok merupakan konsumen sarang burung walet terbesar di dunia,” ujar Marina.

Marina menjelaskan, saat ini baru ada 23 perusahaan sarang perusahaan sarang burung walet yang terdaftar di Bea Cukai Tiongkok dan secara resmi dapat mengekspor produknya ke Tiongkok.

Selain itu, lanjutnya, ada 13 perusahaan terdaftar yang telah diinspeksi Bea Cukai Tiongkok pada Desember 2019 terkait permohonan izin peningkatan kapasitas volume ekspor.

“Untuk itu, kami masih membahas secara intensif dengan Pemerintah Tiongkok proses inspeksi dapat segera selesai sehingga nilai ekspor produk sarang burung walet dapat bertambah mengingat tingginya permintaan terhadap komodtias terebut di Tiongkok,” ungkap Marina.

“Saya berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan oleh kedua negara karena saya percaya, masyarakat Tiongkok sangat menyukai ‘the Caviar of the East’ dari Indonesia ini,” ungkap Dubes Djauhari.  

Pada periode Januari-Agustus 2020, Tiongkok mengimpor USD 275,7 juta sarang burung walet dari dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73,7 persen impornya berasal dari Indonesia dengan total nilai sebesar USD 203 juta.

Impor Tiongkok terhadap sarang burung walet pada periode tersebut tercatat meningkat 90,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


TERKINI