Gelaran forum “The Friends of Creative Economy 2020” (FCE) menjelang tahun internasional ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan 2021 | Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf

Jelang Tahun Internasional Ekonomi Kreatif Dunia 2021, Kemenparekraf Gelar FCE 2020

17 Nopember 2020

Moneter.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar forum “The Friends of Creative Economy 2020” (FCE) menjelang tahun internasional ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan 2021.

Forum FCE 2020 ini merupakan inisiasi bersama Kemenparekraf/Baparekraf dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), sebagai ajang diskusi terkait resiliensi, revival, dan recovery untuk kemajuan ekonomi kreatif.

Wakil Menteri Kemenparekraf/Baparekraf, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, Indonesia harus mampu mendorong implementasi jelang tahun internasional ekonomi kreatif dunia tahun 2021 secara efektif, bagi pemulihan sektor ekonomi kreatif maupun ekonomi dunia.

Untuk itu, Indonesia mengusulkan tema “Inclusively Creative: A Global Recovery” dalam pelaksanaan tahun internasional ekonomi kreatif dunia 2021.

“Inklusivitas berasal dari keyakinan kami bahwa dengan memberikan kesempatan yang sama tanpa memandang latar belakang, ekonomi kreatif akan menjembatani kekompakan antar masyarakat. Terlebih lagi pandemi ini telah memicu disrupsi digital, dan kini saatnya mengatasi tantangan dan menangkap peluang digitalisasi serta pengaruhnya terhadap sektor ekonomi kreatif,” kata Wamen Angela dalam siaran pers yang diterima, Selasa (17/11/2020).

Dalam forum FCE 2020, Indonesia juga merencanakan penyelenggaraan pertemuan dunia di sektor ekonomi kreatif, yaitu pertemuan kedua World Conference on Creative Economy (WCCE), di Bali, Indonesia, pada pertengahan 2021.

Selain itu, forum FCE 2020 juga mengidentifikasi sejumlah program dan inisiatif internasional untuk melaksanakan tahun internasional 2021 dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Sementara, Wakil Menteri Kemenlu, Mahendra Siregar, menekankan pentingnya mengubah tantangan menjadi peluang dengan menghubungkan sektor kreatif, meningkatkan akses industri kreatif kepada inklusi keuangan, dan perlunya memperkuat kolaborasi internasional.

“Pelaksanaan tahun internasional ekonomi kreatif harus bersifat inklusif dan berorientasi pada tindakan,” kata Wamenlu Mahendra.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Febrian Ruddyard, mengidentifikasi empat parameter utama bagi pelaksanaan tahun internasional, yaitu inclusive, innovative, meaningful and impactful.

Ia mengatakan keempat kunci tersebut penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan tahun internasional dapat memiliki kontribusi nyata dalam menghidupkan kembali sektor kreatif menuju ketahanan yang kokoh dan berperan dalam pemulihan global.

“Mari kita jaga momentum positif ini, perkuat semangat untuk berpikir kreatif, dan berkolaborasi secara inklusif, agar kita dapat terus membuat kemajuan yang bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi kreatif,” ujar Febrian.


TERKINI