BFI Finance

BFI Finance Siap Lunasi Obligasi Rp1 Triliun yang Jatuh Tempo Maret 2021

17 Nopember 2020

Moneter.id – Hasil Public Expose Tahunan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) yang digelar akhir pekan lalu menyatakan siap melunasi obligasi yang akan jatuh tempo pada Maret 2021 sebesar Rp 1 triliun.

Direktur BFI Finance Sudjono menyampaikan, pihaknya telah melunasi obligasi tahun 2017 seri C sekitar Rp 400 miliar. "Selanjutnya di bulan Maret 2021, akan ada obligasi yang akan jatuh tempo sebesar Rp 1 triliun dan dana untuk pelunasan obligasi tersebut telah disiapkan dari cadangan kas internal perusahaan," katanya.

Disebutkan, total pinjaman perseroan sampai kuartal III/2020 mencapai Rp 9,63 triliun atau turun 15,4% secara tahunan (year on year/yoy). Ekuitas perseroan turun tipis 3,1% (yoy) menjadi Rp 6,29 triliun. Sedangkan total aset mencapai Rp 16,74 triliun atau merosot 10,4% (yoy).

Terkoreksinya total aset tersebut salah satunya dipengaruhi anjloknya pembiayaan baru perseroan pada kuartal III/2020 sebesar 52% (yoy) menjadi Rp 5,43 triliun. Sedangkan piutang pembiayaan tercatat sebesar Rp 14,82 triliun, turun 17,6% (yoy).

“Pihaknya sedang melakukan proses budgeting secara internal sehingga belum dapat memberikan informasi target pembiayaan baru tahun 2021. Namun perseroan berharap dapat mengembalikan posisi bisnis ke awal sebelum terjadinya pandemi,” ucap Sudjono.

Dalam strateginya, BFI Finance sudah merasa cukup melakukan pembiayaan pada segmen konsumer. Ekspansi lewat beberapa produk syariah belum bisa berkembang lebih lanjut.

"Karena terkena imbas Covid-19, namun produk-produk seperti ini akan dikembangkan oleh BFI Finance di tahun-tahun yang akan datang," ujar Sudjono.

Selain itu, porsi terbesar perseroan masih pada sektor kendaraan bermotor yang akan terus dipertahankan. Namun demikian, perseroan juga berharap bisa memperbesar produk property backed financing di masa mendatang, saat ini produk tersebut masih memiliki nilai cukup kecil.

Dari aspek pendanaan, setidaknya perseroan mencatatkan tiga rentetan pendanaan sepanjang tahun 2020. Pertama, pada 17 Maret 2020, perseroan menandatangani perjanjian pinjaman sindikasi sebesar US$ 100 juta.

Kedua pada 26 Agustus 2020, yakni emisi obligasi senilai Rp 832 miliar. Ketiga, pada 26 Agustus 2020 terkait perjanjian kerjasama penyaluran pembiayaan dengan limit sebesar Rp 1 triliun.

Hingga kuartal III/2020 BFI Finance mencatatkan laba bersih sebesar Rp 520,53 miliar atau turun 52,24% (yoy). Hal itu dipengaruhi terpangkasnya total pendapatan dan pembentukan pencadangan. Namun demikian, sampai akhir tahun perseroan meyakini laba bersih masih mampu dibukukan positif.

"Pembiayaan baru sampai dengan bulan September 2020 sebesar Rp 5,4 triliun. Sedangkan untuk net profit tahun 2020 masih belum diperkirakan namun BFI Finance tetap akan mencatatkan net profit di tahun 2020," jelas Sudjono.

Dari ikhtisar laba dan rugi perseroan, capaian di kuartal III-2020 menunjukan geliat membaik dibandingkan perolehan pada kuartal II-2020.

Total pendapatan naik 0,7% (qtq) menjadi sebesar Rp 1,07 triliun. Beban bunga dan keuangan mampu dipangkas 10,2% (qtq) menjadi sebesar Rp 208 miliar. Beban operasional pun turun 24,0% (qtq) menjadi sebesar Rp 625 miliar.

Lebih lanjut, laba sebelum pajak sepanjang kuartal III-2020 dibukukan sebesar Rp 283 miliar atau naik 2.417% (qtq). Alhasil, laba bersih yang berhasil dicetak BFI Finance sebesar Rp 189 miliar atau naik 4.414% (qtq).



TERKINI