Foto: Moneter.id

Kuartal III/2020, Sentul City Alami Kerugian Hingga Rp300 Miliar

30 Nopember 2020

Moneter.id – PT Sentul City Tbk (BKSL) Tbk membukukan rugi lebih dari Rp300 miliar akibat penurunan pendapatan dari penjualan lahan di kuartal III/2020.  

Emiten properti dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, akhir pekan lalu menjelaskan, perseroan mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp325,52 miliar

“Kondisi ini berbanding terbalik pada priode yang sama tahun lalu masih membukukan laba bersih sebesar Rp28,12 miliar,” tulisnya.

Perseroan menyebutkan, kerugian yang diderita pada kuartal tiga tahun ini seiring dengan penurunan pendapatan perusahaan. Total pendapatan per September 2020 mencapai Rp247,54 miliar, anjlok 54,23% dibandingkan dengan posisi September 2019.

Pendapatan BKSL anjlok terutama dari penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen. Dari pos tersebut, 2020, perusahaan mencatat pemasukan sebesar Rp114,51 miliar atau terkontraksi 72,53%.

Penurunan pendapatan juga terjadi pada sektor pengelolaan kota menjadi Rp68,62 miliar dari sebelumnya Rp70,87 miliar.

Adapun penerimaaan BKSL dari hotel, restoran, taman hiburan dan lain-lain terpantau tumbuh 21,21% menjadi Rp64,39 miliar dari Rp53,12 miliar.

Penurunan tersebut juga berimbas pada rugi usaha yang didapatkan perusahaan. BKSL tercatat mengalami rugi sebesar Rp164,99 miliar pada kuartal III/2020, berbanding terbalik dengan laba usaha sebesar Rp118,70 miliar yang dicetak pada kuartal III/2019.

Dari sisi kewajiban, per akhir September, perusahaan tercatat memiliki liabilitas sebesar Rp8,21 triliun, naik dibandingkan catatan kuartal III/2019 sebesar Rp6,57 triliun Kewajiban ini terdiri dari liabilitas jangka panjang senilai Rp4,77 triliun dan jangka pendek senilai Rp3,44 triliun.

Sementara itu, jumlah kas dan setara kas BKSL pada kuartal III/2020 juga mengalami penurunan menjadi Rp201,37 miliar dari posisi 2019 sebesar Rp211,89 miliar.

Perseroan pada 2020, sudah merevisi target pertumbuhan kinerja keuangan yang awalnya dipatok di atas 10% menjadi hanya 10% akibat dampak pandemi dan kelesuan ekonomi.


TERKINI