Indofood | Foto: Istimewa

Laba Indofood Tumbuh 6,23 Persen Hingga September 2020

01 Desember 2020

Moneter.id –  PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,75 triliun sampai dengan September 2020. Laba ini tumbuh 6,23% dibanding akhir priode yang sama tahun lalu mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,53 triliun.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (30/11/2020) menjelaskan, penjualan perseroan pada akhir kuartal III/2020 tercatat sebesar Rp58,77 triliun atau tumbuh 1,6% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp57,84 triliun. 

Namun, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp39,94 triliun atau turun 2,2% dibanding akhir kuartal III/2019 yang tercatat sebesar Rp40,84 triliun.

Alhasil perseroan membukukan laba kotor pada akhir kuartal III/2020 sebesar Rp18,82 triliun atau tumbuh 10,77% dibandingkan dengan akhir kuartal III/2019 yang mencatat laba usaha sebesar Rp16,99 triliun.   

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai Rp75,27 triliun atau tumbuh 38,74% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp54,2 triliun.

Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp86,25 triliun atau mengalami peningkatan 105,4% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp41,99 triliun.  

Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp161,53 triliun atau naik 67,7% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai Rp96,19 triliun.

Selanjutnya, arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp9,55 triliun atau naik 24,83% dibandingkan akhir III/2019 yang tercatat sebesar Rp7,65 triliun.

Sebelumnya, Trimegah Sekuritas merevisi target kinerja keuangan Indofood Sukses Makmur tahun 2020 dan 2021. Target pendapatan tahun ini dinaikkan menjadi Rp 81,94 triliun dari Rp 80,18 triliun.

Kemudian proyeksi laba bersih dinaikkan menjadi Rp 5,95 triliun dari Rp 5,41 triliun. Tak hanya itu, target laba bersih anak usahanya, Indofood CBP, juga direvisi naik menjadi Rp 6,97 triliun pada 2021 dibandingkan perkiraan semula Rp 5,76 triliun.

Untuk estimasi pendapatan pun direvisi naik menjadi Rp 93,75 triliun dari Rp 84,25 triliun. Margin keuntungan bersih perseroan diperkirakan naik menjadi 7,4% pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun ini sebesar 7,3%.


TERKINI