PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF

SMF Terbitkan EBA-SP SMF-BTN06 Senilai Rp631 Miliar

06 Januari 2021

Moneter.id – Dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF kembali melakukan penerbitan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) senilai Rp631 miliar hasil kerja sama sekuritisasi aset KPR dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dengan seri EBA-SP SMF-BTN06.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan, penerbitan EBA-SP dilakukan untuk mendorong pemulihan sektor perumahan nasional yang sejatinya memerlukan dana jangka panjang yang cukup besar.

“Penerbitan itu juga merupakan peran aktif SMF dan Bank BTN dalam mendukung pertumbuhan Pasar Pembiayaan Perumahan di Indonesia untuk mewujudkan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau untuk masyarakat,” ucapnya di Jakarta, Selasa (5/1/21).

Ananta bilang, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini akan digunakan untuk melakukan pembelian Kumpulan Tagihan KPR BTN yang terpilih berdasarkan 32 kriteria seleksi dalam jumlah Rp631 miliar.

EBA-SP SMF-BTN06 memiliki peringkat idAAA (triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang dicatatkan secara resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Januari 2021.

Penerbitan EBA-SP SMF-BTN06 itu terdiri dari kelas A (senior) yang ditawarkan melalui penawaran umum dengan tenor Weighted Average Life atau WAL (rata-rata tertimbang jatuh tempo) 3 tahun ditawarkan dengan nominal Rp576,734 miliar (91,4 persen dari jumlah total tagihan) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,50 persen per tahun.

Sementara itu, sebagai bentuk perlindungan terhadap Kelas A, dibentuk Kelas B (junior) dengan total nominal Rp54,266 miliar (8,6 persen dari jumlah kumpulan tagihan) yang mana ditawarkan secara terbatas.

Pada transaksi itu, SMF berperan sebagai penerbit, arranger dan pendukung kredit. Sedangkan BTN dalam hal ini berperan sebagai kreditur asal dan sebagai penyedia jasa (servicer), serta Bank Mandiri sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian.

Ananta berharap EBA-SP dapat menjadi diversifikasi investasi bagi para pemodal, menyediakan dana jangka panjang bagi penyalur KPR, yang merupakan mitigasi atas risiko maturity mismatch.

"EBA-SP telah distruktur dengan sangat baik, sehingga tercipta mekanisme perlindungan yang terbaik bagi para investornya," katanya.

Ia menambahkan, SMF selaku penerbit juga memberikan mekanisme perlindungan terhadap investor melalui penyediaan credit enhancement dalam bentuk dukungan kelancaran pembayaran kewajiban terhadap Kelas A.

"Hal ini cukup efektif ditengah kebijakan countercyclical dalam kondisi pandemik covid19 saat ini, sehingga diharapkan tidak akan berkepanjangan, kami yakin EBA-SP masih sangat aman," katanya.

Berdasarkan laporan keuangan EBA-SP audited September 2020, pembayaran kupon terhadap investor EBA-SP Kelas A tercatat lancar. Selain itu, pada laporan perubahan aset bersih tampak masih adanya Dividen Sertifikat EBA-SP Kelas B.

"Kedua hal tersebut menunjukan EBA-SP sebagai produk structured finance yang aman dan menguntungkan, karena telah distruktur sedemikian rupa sehingga terbentuk mekanisme perlindungan terhadap default bagi para investornya," kata Ananta.

Ia menambahkan perlu diketahui juga bahwa para investor Kelas B masih memperoleh hak pendapatan investasinya dengan diperolehnya dividen. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Pool KPR Underlying EBA masih baik. Itu juga menunjukkan bahwa para investor Kelas A masih aman karena terlindung dari risiko default.

"Saat ini pendapatan kelas B masih berkisar antara 10 persen-20 persen per tahun," kata Ananta.


TERKINI