Bursa Singapura (SGX-ST) | Foto: Istimewa

Sritex Bakal Terbitkan Surat Utang USD325 Juta di Lantai Bursa Singapura

12 Januari 2021

Moneter.id PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex berencana menerbitkan surat utang senilai US$ 325 juta. Rencananya surat utang itu akan dicatatkan pada Bursa Singapura (SGX-ST).

“Penerbitan surat utang tersebut dijamin oleh anak usaha perseroan, yakni PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries dan PT Primayudha Madirijaya,” tulis Sritex diketerangan resminya, Senin (11/1).

Dalam laporan keuangan SRIL periode yang berakhir 30 September 2020, utang jangka pendek perseroan tercatat sebesar US$ 246 juta. Rincinya, utang bank jangka pendek senilai US$ 174,3 juta, utang bank yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun senilai US$ 6,8 juta dan oblilgasi senilai US$ 65 juta. Sedangkan utang bank jangka panjang tercatat senilai US$ 357,1 juta. Sehingga total kewajiban tercatat US$ 1,08 miliar.  

Pada kuartal III/2020, perseroan membukukan penjualan sebesar US$ 907 juta atau naik 1,34% dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya yang membukukan sebesar US$ 895 juta.

Penjualan ini diperoleh dari segmen ekspor sebanyak US$ 517 juta dan lokal US$ 390 juta. Beban pokok penjualan meningkat 3,21%% menjadi US$ 738 juta dibandingkan kuartal III/2019 yang tercatat US$ 715 juta.

Maka demikian, laba bruto yang diperoleh US$ 168 juta atau turun 6,14% dari sebelumnya US$ 179 juta. Laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan 0,17% menjadi US$ 80,12 juta dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya yang membukukan sejumlah US$ 79,98 juta.

Sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 21,88% menjadi US$ 73,79 juta dibandingkan kuartal III/2019 yang membukukan sejumlah US$ 72,21 juta.

Secara total aset, hingga periode 30 September 2020 perseroan mencatatkan peningkatan 11,61% menjadi US$ 1,73 miliar apabila dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 yang memperoleh US$ 1,55 miliar.

Kemudian total liabilitas meningkat 0,11% menjadi US$ 1,07 miliar dari semula Rp 966 juta dan total ekuitas naik 11,65% menjadi US$ 661 juta dari sebelumnya US$ 592 juta. Selanjutnya dalam memacu pertumbuhan  bisnisnya, perseroan juga memproduksi alat pelindung diri (APD) untuk pasar ekspor. 


TERKINI