Ilustrasi merger Gojek dan Tokopedia | Foto: Istimewa

Indef: Merger Gojek - Tokopedia Sama-sama Untung

12 Januari 2021

Moneter.id Penggabungan atau merger dua startup berstatus decacorn dan unicorn yaitu Gojek dan Tokopedia merupakan win-win solution atau sama-sama untung karena akan membawa dampak positif bagi konsumen.

Demikian disampaikan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani diketerangan tertulisnya di Jakarta, Senin (11/1).

Terkait dengan rencana merger ini saya lihat konsumen yang banyak untung dari gabungnya dua perusahaan ini,” katanya.

Aviliani menuturkan ekosistem bisnis ini akan terbentuk secara mandiri dengan latar belakang Tokopedia yang merupakan platform jual beli barang, sementara Gojek mempunyai layanan transportasi, makanan, dan lainnya. “Gojek belum punya e-commerce. Dengan merger maka keduanya semakin besar,” ujarnya.

Selain itu, kata Aviliani, ekosistem digital lebih kuat berpotensi terbangun dari penggabungan dua entitas tersebut dengan didorong oleh Gojek yang segera menjadi salah satu pemilik Bank Jago.

 

Baca juga: CORE Sebut Merger Gojek - Tokopedia Tidak Ciptakan Monopoli Pasar Digital Indonesia

 

”Maka toko-toko yang berada dalam Tokopedia bisa dengan mudah mendapat pinjaman dari bank tersebut. Terbangunlah ekosistem digital,” katanya.

Aviliani mengatakan hal tersebut akan terjadi lebih efisien karena tanpa kolaborasi maka masing-masing pihak akan membutuhkan investasi dengan dana yang besar.

”Sedangkan dengan bergabung jadi lebih cepat membangunnya. Maka kalau mau jual sebagian saham buat Gojek tentu untung dapat data banyak dari Tokopedia karena mereka dapat tawarkan kredit ke seller di Tokopedia,” jelasnya.

Lanjutnya, dampak merger ini baik terhadap konsumen maupun perekonomian negara akan tetap bergantung pada beberapa hal yaitu salah satunya adalah jenis dan asal produk yang dijual di Tokopedia.

“Sisi ekonomi sangat tergantung apakah penjualan domestik di Tokopedia dioptimalkan. Bila impor maka tidak ada banyak untungnya,” tegas Aviliani.

Dia menegaskan tetap perlu perhatian dan pengawasan terhadap sejauh mana arus perputaran barang di dalam negeri dalam rangka meminimalisir barang impor terutama untuk barang konsumtif. “Bila hanya impor buat apa. Bila tidak produksi di sini maka nilai tambah kecil,” ujarnya.


TERKINI