Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Presiden Jokowi Beri Tiga 'PR' ke Kemendag, Apa saja?

13 Januari 2021

Moneter.id – Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) memberikan tiga mandat kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag). Ketiga mandat tersebut yaitu, pertama, menjaga stabilitas harga, terutama inflasi serta meningkatkan daya beli masyarakat. Kedua, membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam menembus pasar ekspor. Ketiga, meningkatkan ekspor melalui perjanjian kerja sama perdagangan internasional, salah satunya dengan negara-negara tujuan ekspor nontradisional.

Terkait tiga mandat itu, Kemendag akan melaksanakan berbagai kegiatan dan kebijakan dalam melaksanakan mandat-mandat yang telah diamanatkan tersebut.

Kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Kemendag berkomitmen terus menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok agar terjangkau masyarakat, termasuk dalam menghadapi Ramadan dan Lebaran.

“Kami sudah memastikan ketersediaan barang penting seperti gula, daging, dan beras cukup dalam menghadapi hari besar tersebut,” kata Mendag, Selasa (12/1).

Selain itu, menurut Lutfi, Kemendag akan terus membantu pelaku UMKM dalam menembus pasar ekspor. “Kemendag akan terus membantu UMKM agar lebih kompetitif sehingga dapat menembus pasar ekspor negara tradisional dan nontradisional,” ujarnya.

Lutfi menjelaskan, di masa yang akan datang apabila ingin menjadi pengekspor yang besar, kita harus membuka pasar kita agar menjadi lebih kompetitif.

“Karena dengan terbukanya pasar, maka akan mengundang investasi dan industrialisasi masuk. Dengan banyaknya investasi dan industrialisasi yang masuk, maka akan melahirkan berbagai peluang ekspor ke depannya,” jelas Lutfi.

Beberapa produk ekspor Indonesia yang saat ini jumlahnya signifikan adalah produk kayu, sebesar USD 3,44 miliar dan perhiasan, sebesar USD 7,88 miliar yang didominasi oleh padat karya.

“Banyak UMKM yang bisa kita galakkan dari sektor ini. Kedua barang ini akan terus kita dorong untuk UMKM dan semoga dapat menciptakan banyak lapangan kerja,” jelas Lutfi.

Sementara total ekspor Indonesia selama Januari-November 2020 mencapai USD 146,78 miliar, sedikit mengalami penurunan yaitu 4,22 persen (yoy).

Pada sektor nonmigas, sepanjang Januari-November 2020 ekspor sektor nonmigas turun sebesar 2,18 persen, begitu juga dengan ekspor sektor migas turun 31,59 persen.

Nilai ekspor Indonesia pada November 2020 ke negara mitra utama terus tumbuh, antara lain ke Tiongkok tumbuh 16,17 persen (MoM), Jepang tumbuh 11,67 persen (MoM), India tumbuh 10,04 persen (MoM), Australia 16,56 persen (MoM), dan Korea Selatan tumbuh 7,12 persen (MoM).

Kinerja ekspor di beberapa negara di kawasan ASEAN dan Uni Eropa juga masih terus tumbuh, seperti ekspor ke Malaysia dan Thailand masing-masing sebesar 24,5 persen dan 8,79 persen; serta ke Jerman dan Belanda sebesar 35,38 persen (MoM) dan 7,52 persen (MoM).


TERKINI