Kementerian ESDM

Tahun Ini Kementerian ESDM Proyeksikan Investasi Sektor Migas Capai USD 17,59 Miliar

19 Januari 2021

Moneter.id – Kementerian ESDM memproyeksi investasi sektor migas mencapai 17,59 miliar dolar AS pada 2021. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 45 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyebutkan realisasi investasi migas pada 2020 mencapai 12,09 miliar dolar AS, sedikit di bawah target yang ditetapkan sebesar 13,63 miliar dolar AS.

"Investasi migas tahun 2021 kami menargetkan sebesar 17,59 miliar dolar AS, yang kurang lebih adalah peningkatan 45 persen dari tahun 2020," kata Tutuka Ariadji, Senin (18/1/21).

Tutuka menjelaskan target investasi ini bisa dicapai dengan berbagai strategi. Untuk di hulu migas, langkah awal yang ditempuh pemerintah adalah menerapkan fleksibilitas bentuk kontrak Production Sharing Contract (PSC) Gross Split atau PSC Cost Recovery.

Hal ini sudah ditetapkan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 tahun 2020.

Pemerintah juga tengah gencar mempromosikan potensi 128 cekungan di Indonesia, di mana 68 cekungan belum dikembangkan, membuka akses data (open data) hulu migas untuk investor dengan sistem keanggotaan, hingga memberikan skema usulan insentif untuk pengembangan daerah remote dan laut dalam.

Sementara itu dalam mengejar target investasi hilir, pemerintah tengah menjalin kerja sama dengan badan usaha untuk membangun kilang minyak baru (Gross Root Refinery/GRR) dan pengembangan kapasitas kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP).

Tutuka menambahkan dalam proyeksi investasi migasi, kontribusi berasal dari hulu sebesar 12,38 miliar dolar AS dan hilir 5,2 miliar dolar AS.

Peningkatan di sektor hilir salah satunya berasal dari PT Pertamina yang meningkatkan produktivitas pembangunan kilang di Tuban pada tahun ini.

"Dari hilir ini sebagian besar untuk GRR baru di Tuban dan revamping di beberapa pengilangan yang sudah berjalan saat ini untuk meningkatkan kapasitas," kata dia.


TERKINI