Tower Bersama Infrastructure

Tower Bersama Infrastructure Dapat Pinjaman Revolving Sebesar Rp3,86 Triliun

22 Januari 2021

Moneter.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) mendapatkan pinjaman revolving dari perbankan senilai US$275 juta atau setara Rp3,86 triliun.

Perseroan menandatangani fasilitas pinjaman revolving (revolving credit facility/RCF) senilai US$275 juta dari total komitmen US$645 juta yang disebut Fasilitas F.

“Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi pinjaman eksisting perseroan senilai US$275 juta atau Fasilitas D,” kata CEO Tower Bersama Infrastructure, Hardi Wijaya Liong di Jakarta, Kamis (21/1/21).

Fasilitas F yang jatuh tempo pada Juni 2026 memiliki bunga Libor (London Interbank Offered Rate) ditambah 175 basis poin atau lebih rendah 25 bps dibandingkan bunga pinjaman Fasilitas D.

”Kami memiliki struktur utang yang sangat kuat dengan utang jangka panjang telah terlindung nilai dan ketersediaan komitmen kredit cukup serta ruang yang cukup besar berdasarkan financial covenants kami,” kata Hardi.

Sebelumnya, perseroan juga sudah menerbitkan emisi surat utang tanpa jaminan (senior unsecured notes) yang akan jatuh tempo pada 2026 senilai US$300 juta. Surat utang itu memiliki suku bunga 2,75% dan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX).

Fitch Ratings memberikan peringkat investment grade BBB- untuk notes tersebut. Adapun, obligasi tenor pendek itu juga akan digunakan oleh TBIG untuk melunasi kewajiban dari fasilitas RCF yang dimilikinya.

Apabila pinjaman RCF senilai US$275 juta ini ditambah dengan notes US$300 juta, TBIG akan mengantongi dana segar lebih dari US$500 juta. Belum lagi masih terdapat komitmen RCF yang belum dicairkan senilai US$370 juta. 

“Fasilitas F dan Surat Utang 2026 yang baru ini telah mengurangi biaya bunga kami serta memperpanjang rata-rata tenor struktur utang kami,”ujar Hardi.

Pada kuartal III/2020, TBIG berhasil membukukan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp3.9 triliun dan Rp3.4 triliun. Jika pencapaian triwulan ketiga ini disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA perseroan mencapai Rp5.4 triliun dan Rp4.7 triliun.


TERKINI