Ilustrasi | Foto: Istimewa

AAJI: Pembayaran klaim asuransi jiwa turun 2,4 persen periode 2020

09 Maret 2021

Moneter.id – Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Freddy Thamrin menyatakan klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa sepanjang 2020 lebih rendah dibandingkan tahun 2019.

“Asuransi jiwa dilaporkan telah membayar klaim dan manfaat mencapai Rp 151,10 triliun pada tahun 2020, turun 2,4% dibanding tahun sebelumnya. Nilai tersebut mencakup klaim terkait Covid-19 yang sebesar Rp 661,46 miliar,” katanya di Jakarta, Selasa (9/3).

Rinciannya, klaim dibayarkan pada kuartal I/2020 sebesar Rp 38,60 triliun. Kemudian turun menjadi Rp 31,76 triliun di kuartal II/2020. Kembali meningkat menjadi Rp 39,25 triliun di kuartal III/2020, dan melanjutkan kenaikan di kuartal IV/2020 menjadi Rp 41,49 triliun.

Menurutnya, perusahaan asuransi jiwa turut membayarkan klaim dan manfaat terkait Covid-19. Sepanjang 2020, klaim itu mencapai Rp 661,46 miliar yang dibayarkan kepada 9.128 polis.

Kontribusi produk asuransi jiwa kredit sebesar 13% untuk 554 polis atau senilai Rp 86,21 miliar. Sedangkan kategori produk asuransi jiwa dan kesehatan mencakup 87% atau senilai Rp 575,24 miliar atas 8.574 polis.

"Meski pemerintah membayarkan beban rumah sakit, tapi tetap ada porsi asuransi jiwa terhadap nasabah-nasabahnya yang merupakan tanggungan asuransi jiwa," ujar Freddy.

Selain itu, AAJI mencatat klaim akhir kontrak melambat 31,2% (yoy) menjadi Rp 17,71 triliun. Perlambatan utamanya terjadi pada kuartal II/2020. Sebaliknya, klaim meninggal dunia tumbuh 16,7% (yoy) menjadi Rp 12,24 triliun sepanjang 2020.

Klaim tersebut sempat stagnan di kuartal II/2020 namun kembali naik di kuartal selanjutnya. Kemudian, klaim nilai tebus atau surrender mengalami pertumbuhan 7,8% (yoy) menjadi Rp 90,76 triliun di tahun 2020.

"AAJI menyarankan bahwa jiwa nasabah membutuhkan dana, sebaiknya tidak melakukan klaim nilai tebus atau surrender, melainkan melakukan klaim partial withdrawal. Agar tetap mendapatkan dana untuk kebutuhan hidup dan asuransi tetap berjalan, sehingga nasabah tetap mendapatkan perlindungan asuransi dan mengatur keuangan," jelas Freddy.

Pasalnya, klaim partial withdrawal ikut melambat 9,8% (yoy) menjadi Rp 15,32 triliun di akhir 2020. Khusus di kuartal IV/2020, klaim tersebut meningkat 18,0% secara quartal to quartal (qtq) menjadi Rp 5,01 triliun.

Sementara itu, klaim kesehatan yang dibayarkan asuransi jiwa ikut turun 10,2% (yoy) menjadi Rp 9,88 triliun. Jika ditilik lebih lanjut, klaim tersebut memang cenderung terus menurun dari awal tahun.

“Hal itu dipengaruhi banyak dari masyarakat yang menahan diri untuk tidak pergi ke rumah sakit atau berobat. Adapun klaim lain-lain terkoreksi 19,4% (yoy) menjadi Rp 5,19 triliun,” pungkas Freddy. 


TERKINI