Foto: Istimewa

Tahun lalu, Bank bjb kantongi laba Rp1,7 triliun

15 Maret 2021

Moneter.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank bjb) mencatatkan laba Rp1,7 triliun sepanjang tahun 2020.

"Tren positif ini tercermin melalui sejumlah indikator kunci kinerja. Secara konsolidasi perolehan laba Bank bjb mencapai Rp1,7 triliun atau tumbuh 8% secara year on year (yoy)," kata Direktur Utama Bank bjb Yuddy Renaldi, Senin (15/3).

Katanya, nilai aset Bank bjb juga ikut tumbuh 14,1 persen yoy menjadi Rp140,9 triliun dan sektor kredit yang menjadi profit driver mengalami pertumbuhan 9,1 persen yoy menjadi Rp95,2 triliun.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) perusahaan juga tumbuh di angka 19,1 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp106,5 triliun.

Pertumbuhan ini berada di atas tingkat pertumbuhan baik industri perbankan nasional maupun kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Baca juga: Bank BJB Salurkan Dana PEN untuk Kredit Capai Rp5 Triliun

Dari segi risiko kredit, Bank BJB berhasil menekan rasio kredit macet di mana tingkat non performing loan (NPL) bank bjb terjaga sangat baik di level 1,4 persen atau turun 18 basis poin dan bertahan di bawah rata-rata NPL industri perbankan nasional per Desember sebesar 3,06 persen.

Jelas Yuddy, capaian positif ini diperoleh berkat bisnis model bank yang elastis dan kemampuan adaptasi perusahaan yang tangkas sehingga kinerja perseroan senantiasa berada di dalam jalur yang sesuai harapan.

"Tahun 2020 adalah momen yang penuh dengan tantangan di seluruh lini kehidupan. Krisis kesehatan dan ekonomi memberikan tekanan yang sangat besar kepada industri perbankan nasional. Didorong oleh kekompakan dan kesungguhan kinerja seluruh insan perusahaan, Bank bjb berhasil melewati 'tes tahan uji' ini dengan hasil yang menggembirakan." kata Yuddy.

Pada tahun 2021, Bank bjb akan terus menjaga ritme kinerja menghadapi pemulihan ekonomi. Selaras dengan itu, inovasi khususnya di sektor digitalisasi akan terus dijalankan untuk mendukung langkah bisnis perseroan.

Selain itu, perseroan juga akan terus menginvestasikan capital expenditure (capex) dan operating expenditure (opex) untuk pengambangan teknologi perbankan demi mempersiapkan diri menghadapi tantangan bisnis yang akan datang.

Untuk menjaga permodalan khususnya Tier-1 rasio dalam mendukung ekspansi usaha, Bank bjb akan mengajukan program penambahan modal melalui HMETD pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2020 yang akan diselenggarakan tanggal 06 April 2021.

Sebagaimana keterbukaan informasi yang telah dilakukan, Bank bjb akan melakukan penerbitan sebanyak-banyaknya 925.000.000 (sembilan ratus dua puluh lima juta) saham Seri B baru atau sebesar 9,40 persen dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.


TERKINI