Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso | Foto: Istimewa

Ketua OJK prediksi ekonomi syariah tumbuh tinggi tahun 2021

29 Maret 2021

Moneter.id – Industri syariah selama pandemi Covid-19 mampu tumbuh dibandingkan industri konvensional, contohnya kredit perbankan syariah yang tumbuh 9 persen.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso usai acara sarasehan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tema "Menjadikan Jatim sebagai Basis Industri Halal" di Surabaya, Jumat (26/3).

“Pertumbuhan kredit syariah tahun lalu yang cukup bagus, tahun ini bisa lebih besar lagi," kata Wimboh.

Wimboh memperkirakan pertumbuhan ekonomi syariah tahun ini bisa tumbuh lebih tinggi dari capaian tahun lalu, hal ini sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional sekaligus besarnya potensi berbagai industri berbasis syariah.

Menurutnya, industri syariah punya potensi besar di Indonesia, karena memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Namun, kondisi penduduk Tanah Air perlu didorong agar lebih maju, sebab masih banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Ini yang perlu dibina bersama dan kembangkan. Perlu membuat terobosan bagaimana Indonesia ini menjadi pusat dan masyarakat syariah dunia," katanya.

Ia menjelaskan, untuk menciptakan masyarakat yang syariah perlu disiapkan ekosistem mulai dari produknya hingga kualitasnya, dan saat ini di Jatim juga sudah mulai tercipta ekosistem berbasis syariah dengan potensi ribuan pesantren yang ada.

Namun demikian, ia menyadari, Indonesia masih kurang kuat dibandingkan dengan negara lain dalam pengembangan industri syariah, sebagai contoh usaha travel syariah yang dimiliki Thailand.

"Memang secara global, Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar namun ironisnya masih kalah dengan negara-negara yang nonmuslim, travel syariah kalah dengan Thailand, begitu juga halal food kalah dengan Singapura, artinya Singapura merencanakan ini dengan baik," tuturnya.


TERKINI