Ilustrasi | Foto: Istimewa

BPD salurkan PEN Rp36,33 triliun, Ketua Asbanda: Harus bangga

01 April 2021

Moneter.id - Bank Pembangunan Daerah (BPD) telah menyalurkan kredit terkait program pemulihan ekonomi nasional (PEN) mencapai Rp 36,33 triliun sampai akhir 2020. Terlepas dari peran itu, masih banyak pekerjaan rumah bagi BPD memastikan keberlangsungan bisnisnya di masa mendatang.

Berdasarkan data Asbanda tertulis total kredit terkait program PEN itu terbagi atas dua segmen, Kredit sebesar Rp 28,13 triliun atau mencakup 77% disalurkan kepada segmen non-UMKM.

Sedangkan UMKM mendapat jatah sebesar 23% atau senilai Rp 8,21 triliun. Tiga kreditur penyalur terbesar adalah Bank Jateng, Bank Jatim, dan BJB.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno, BPD harus bangga atas kontribusinya mendukung program PEN. Apalagi pencapaian kinerja sepanjang 2020 juga nilainya cukup bagus. Baca juga: Asbanda: Ada tiga tantangan yang harus dihadapi BPD

"Peran BPD dalam program pemulihan ekonomi nasional, ada 21 BPD yang mendapat kepercayaan pemerintah untuk mengelola program penempatan uang negara (PUN). BPD secara total telah memperoleh 16,2 triliun, dengan serapan atau leverage sebesar 2,2 kali atau penyaluran kredit sebesar Rp 36,33 triliun," kata Supriyatno, Rabu (31/3).

Sementara itu, Supriyatno juga menjelaskan capaian lain dari 27 BPD yang layak untuk diapresiasi. Sebut saja pertumbuhan kredit sepanjang 2020 sebesar 5,09% secara year on year (yoy) menjadi Rp Rp 493,4 triliun.

Adapun tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun (compound annual growth rate/CAGR) dari 2013-2020 mencapai 8,38%.

Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) BPD sampai Desember 2020 mencapai tercatat mencapai Rp 590,6 triliun atau meningkat 10,95% (yoy). CAGR DPK dari 2013-2020 tercatat sebesar 10,62%.

Sedangkan total aset mencapai Rp 763,9 triliun atau tumbuh 6,4% (yoy), dengan CAGR sejak 2013-2020 mencapai 10,08%. Tapi laba usaha turun 19,73% menjadi Rp 61 triliun di sepanjang tahun 2020.

"BPD sebagai institusi keuangan terkait pandemi memang terkena dampak negatif, tetapi percepatan upaya terhadap pandemi masuk ke bagian yang moderat. Sehingga kita cukup optimis BPD tantangan kedepan memang masih ada, tapi proses pemulihan dapat dikelola dengan baik dibandingkan sektor ekonomi lainnya," ujar Supriyatno.



TERKINI