Foto: Istimewa

Laba bersih Petrosea tahun 2020 naik 3,54 persen

01 April 2021

Moneter.id – PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan laba bersih senilai US$ 32,279 juta sepanjang tahun 2020. Capaian ini meningkat 3,54% dibanding akhir tahun sebelumnya yang sebesar US$ 31,175 juta.

Berdasarkan keterangan resmi emiten jasa konstruksi migas dan batu bara ini di Jakarta, Rabu (31/3), perseroan juga membukukan total pendapatan sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar US$ 340,68 juta atau turun 28,57% dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 476,44 juta.

Namun, beban usaha langsung tercatat sebesar US$ 265,82 juta atau turun 32,91% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 395,31 juta. Sehingga, laba kotor turun 7,7% menjadi US$ 74,866 juta.

Menariknya, beban pajak final turun 67,24% menjadi US$ 3,038 juta dibandingkan tahun 2019 sebesar US$ 9,257 juta. Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar US$ 231,44 juta  atau tumbuh 8,9% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 212,56 juta.

Adapun total kewajiban tercatat sebesar US$ 298,24 juta atau turun 11,83% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 338,48 juta. Hasilnya, aset perseroan tercatat sebesar US$ 529,68 juta atau turun 3,99% dibanding akhir tahun 2019 yang tecatat sebesar US$ 551,04 juta.

Kemudian arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat US$ 107,46 juta atau tumbuh 16,3% dibanding akhir tahun 2020 yang tercatat US$ 92 juta. Belum lama ini, perseroan mengantungi kontrak dari PT Pusat Sarana Baruna (PSB) untuk layanan jasa logistik.

“Perseroan dan PSB adalah perusahaan terafiliasi dengan pemilik penerima manfaat yang sama,” kata Direktur Petrosea, Meinar Kusumastuti.

Perjanjian ini terkait dengan penyediaan layanan jasa logistik untuk kepentingan perseroan di wilayah Balikpapan yang berlokasi di Interport Business Park dengan tujuan untuk membangun sinergi yang kuat antar perusahaan afiliasi. Di mana, jangka waktu perjanjian adalah 12 bulan.

“Perjanjian ini akan berdampak positif pada keberlangsungan usaha perseroan dan meningkatkan sinergi antara perusahaan,”ujar Meinar.

Pada tahun 2021, Petrosea menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$ 100 juta. Di mana, mayoritas penggunaan capex untuk menopang proyek jasa pertambangan di Kideco Jaya Agung, termasuk di dalamnya untuk mempertahankan volume produksi di tambang tersebut. Selain itu, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) ini akan menggunakan dana belanja modalnya untuk lini bisnis engineering, procurement, & construction (EPC).

Perseroan juga mengalokasikan belanja modal di tahun depan untuk ekstensifikasi bisnis, dalam hal ini memperkuat digitalisasi di segala lini bisnis perusahaan.


TERKINI