Siloam International Hospital | Foto: Istimewa

Siloam International Hospital akan sebar dividen Rp226 miliar ke pemegang saham

05 April 2021

Moneter.id – PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) akan membagikan dividen kepada pemegang saham senilai Rp 226 miliar. Pembagian dividen kepada para pemegang saham merupakan bagian dari strategi perseroan untuk fokus pada konsolidasi.

“Perseroan juga akan membayarkan dividen biasa sebesar Rp56 miliar, merepresentasikan rasio pembayaran dividen sebesar 45% dari laba bersih dan juga akan membayarkan dividen khusus senilai Rp170 miliar sebagai bentuk apresiasi kesuksesan transformasi bisnis perseroan,” tulis keterangan resmi perseroan di Jakarta, Minggu (4/3).

Tulisnya, dengan demikian, total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp226 miliar untuk 2020. Adapun, jumlah dividen akan ditentukan dalam keputusan RUPS pada 28 April 2021.

Diketahui, pada tahun 2020, SILO berhasil membukukan laba seiring dengan peningkatan pendapatan dan penurunan beban. Disebutkan, perseroan membukukan pendapatan senilai Rp7,11 triliun pada tahun lalu. Realisasi itu naik 1,31% year on year (yoy) dibandingkan 2019 senilai Rp7,01 triliun. Kenaikan pendapatan pun mengangkat laba perseroan.

Emiten pengelola rumah sakit Siloam ini juga membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp116,16 miliar pada 2020 atau berbalik dari rugi Rp338,77 miliar pada 2019.

Dengan capaian ini, laba per saham dasar atau earning per share perseroan menjadi Rp71,52 pada tahun 2020, berbalik dari rugi per saham sebesar Rp208,38 pada tahun 2019. Dilihat dari kontribusi pendapatan, pemasukan dari rawat jalan mengalami pertumbuhan 7,85% yoy menjadi Rp3,15 triliun pada 2020 dari sebelumnya Rp2,92 triliun.

Sementara itu, pendapatan dari rawat inap terkontraksi 3,35% yoy menjadi Rp3,95 triliun dari sebelumnya Rp4,09 triliun. Selanjutnya total aset dari emiten Grup Lippo ini tumbuh 8,86% yoy menjadi Rp8,42 triliun pada akhir 2020. Rinciannya, liabilitas menanjak 37,35% yoy menjadi Rp2,40 triliun dan ekuitas turun 22,26% yoy menjadi Rp6,01 triliun.

Kata Presiden Direktur Siloam International Hospitals, Ketut Budi Wijaya, perseroan terus fokus pada biaya manajemen sepanjang 2020 sebagai bagian dari rencana efisiensi jangka panjang.

Di luar pengeluaran material untuk Covid, secara persentase biaya material Siloam Hospitals terhadap pendapatan operasional bersih sebesar 39,1% pada 2020 dibandingkan 2019 sebesar 40,5%.

Total operational expenditure Siloam Hospitals di luar pengeluaran terkait Covid-19 tercatat 34,8% terhadap pendapatan operasional bersih 2020, menurun dari 37,4% pada 2019.

Pertumbuhan EBITDA yang kuat dan laba bersih perseroan menghasilkan pertumbuhan arus kas yang fenomenal. Arus kas operasional meningkat sebesar Rp 1,34 triliun pada 2020, melonjak 105% dari Rp 652 miliar pada 2019. Arus kas bebas bertumbuh sebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 762% dibandingkan sebelumnya Rp 122 miliar.


TERKINI