Foto: Istimewa

Laba bersih Adhi Karya 'terjun bebas' di tahun 2020

08 April 2021

Moneter.id – Emiten kontruksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan laba bersih sebesar Rp 23,98 miliar di tahun 2020. Catatan ini turun 96,38% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 663,80 miliar. Nilai keuntungan saham perseroan juga turun menjadi Rp 7 dari tahun sebelumnya Rp 186.

Berdasarkan keterbukaan informasi Adhi Karya di Jakarta, Rabu (7/4), perseroan hanya meraup pendapatan Rp 10,82 triliun pada 2020, turun 29,27% dibanding 2019 yang mencapai Rp 15,30 triliun. Di sisi lain, sepanjang tahun 2020, beban pokok penjualan Adhi menurun.

Beban pokok penjualan turun menjadi Rp 9,09 triliun dari Rp 12,97 triliun. Sedangkan di pos liabilitas terjadi kenaikan 9,56% menjadi Rp 32,51 triliun dari posisi 2019 sebesar Rp 29,68 triliun. Baca juga: Adhi Karya Terbitkan Kembali Surat Utang Rp2 Triliun

Aset Adhi Karya tumbuh 4,32% menjadi Rp 38,09 triliun pada 2020, dibanding posisi 2019 senilai Rp 36,51 triliun. Aset lancar tercatat Rp 30,09 triliun, turun dari Rp 30,31 triliun.

Sedangkan aset tidak lancar naik 29,07% menjadi Rp 8 triliun dari sebelumnya Rp 6,2 triliun. Adapun ekuitas pada akhir 2020 mencapai Rp 5,57 triliun, menyusut 18,43% dari Rp 6,83 triliun pada tahun sebelumnya.

Perseroan juga berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp 19,7 triliun (di luar pajak) pada 2020, naik 34% dibandingkan 2019 sebesar Rp 14,7 triliun. Dengan demikian, nilai total order book sampai Desember 2020 mencapai Rp 49,2 triliun di luar pajak.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru Adi Karya pada 2020 meliputi lini bisnis konstruksi dan energi 93%, properti 6%, serta sisanya berasal dari lini bisnis lainnya.

Pada tahun 2021, perseroan menargetkan kenaikan nilai kontrak baru hingga 20% atau sekitar Rp 25 triliun. Untuk mendukung target tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 3 triliun. Dalam dua bulan pertama 2021, Adhi Karya mencatatkan kontrak baru Rp 1,5 triliun di luar pajak. Baca juga: Adhi Karya Targetkan Kenaikan NilaiKontrak Baru Sekitar Rp25 Triliun di Tahun Depan


TERKINI