Foto: Istimewa

Penyaluran kredit BRI Agro naik 0,65 persen sepanjang tahun 2020

08 April 2021

Moneter.id – PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) mencatat pertumbuhan total aset sebesar 3,50% (yoy) dari Rp 27.7 triliun pada 2019 menjadi Rp28.02 triliun pada 2020.

"Untuk penyaluran kredit tetap tumbuh sebesar 0,65% (yoy) dari Rp 19.37 triliun pada 2019 menjadi Rp19.49 triliun pada 2020,” kata Direktur Bisnis BRI Agro Sigit Murtiyoso, Rabu (7/4).

Komentar Sigit, penyaluran kredit konsumer melalui aplikasi pinjaman bank berbasis digital Pinjam Tenang (PINANG) juga sudah mulai memperlihatkan hasil. “Tahun ini, total disbursement PINANG mencapai Rp 70,6 miliar dan sudah melayani debitur lebih dari 18.000 debitur,” ucapnya.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,75% (yoy) dari Rp 21.14 triliun pada 2019 menjadi Rp 22.99 triliun pada 2020. Pertumbuhan ini cukup baik dibandingkan dengan pertumbuhan BUKU II sebesar 4,47% (yoy) pada Desember 2020.

“Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan giro dan tabungan sehingga terjadi perbaikan CASA menjadi 23,85% dari sebelumnya sebesar 14,31% pada 2019,” paparnya.

"Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam menurunkan Cost of Fund (COF) yang mencapai 5,97% pada 2020 dari sebelumnya sebesar 7,02% pada 2019,”ujar Sigit.

Sementara itu, pada tahun 2020 juga BRI Agro mencatat rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 4,97% yang menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya NPL Gross sebesar 7,66% pada 2019. NPL net di tahun 2020 sebesar 2,73 dibandingkan dengan NPL net 2019 sebesar 4,86%.

Perseroan berhasil menurunkan NPL dengan melakukan restrukturisasi dan membentuk pencadangan yang cukup solid dengan rasio NPL coverage mendekati 103,96% pada tahun 2020 dari tahun 2019 yang berada di level 56,24%.

BRI Agro juga aktif memberikan pendampingan terhadap debitur yang mengalami tekanan, khususnya di segmen agribisnis, dengan aktif melakukan lelang dan mencari investor baru untuk aset-aset yang diagunkan.

“Berdasarkan kondisi tersebut di atas, perseroan masih mampu mencetak perolehan laba bersih dari sebesar Rp31,26 miliar pada tahun 2020," lanjut Sigit.

Saat ini, BRI Agro sedang fokus melakukan transformasi digital untuk menghadapi era digitalisasi. "Pada tahun 2021, bisnis digital bank ini akan mulai dikembangkan dengan pengembangan infrastruktur, serta produk yang sesuai dengan layanan,” tutup Sigit.


TERKINI